ITS Jembatani Kolaborasi Maritim Jatim dan Rusia

  • 12 Jun 2026 20:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memfasilitasi audiensi delegasi Saint Petersburg, Rusia, dengan Pemprov Jatim, yang membahas peluang kolaborasi jangka panjang. Kerja sama tersebut berfokus pada transfer teknologi kapal cepat berbahan aluminium.

Teknologi ini diharapkan memperkuat industri perkapalan dan konektivitas laut Indonesia. Inisiatif tersebut merupakan kelanjutan hubungan yang telah dirintis dosen ITS, Tri Achmadi.

Program ini menargetkan adopsi teknologi kapal cepat di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat, 12 Juni 2026, menyambut baik kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini mendukung kemajuan teknologi maritim dan pertumbuhan ekonomi daerah. “Transfer teknologi perkapalan yang diinisiasi ITS menjadi hal krusial yang harus didukung, karena memiliki peran penting sebagai gerbang logistik Indonesia Timur,” ujar Khofifah.

Ketua Dewan Legislatif Saint Petersburg, Alexander N. Belsky, menegaskan komitmen pihak Rusia. Mereka siap mengawal legalitas dan pemenuhan dokumen teknis proyek tersebut.

“Kerja sama ini tidak hanya membuka transfer teknologi maritim,” kata Belsky. “Namun juga mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi yang transparan.”

Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menjelaskan ITS bertugas meninjau ulang desain kapal. Penyesuaian dilakukan agar kapal sesuai karakteristik gelombang laut Indonesia.

“ITS tidak ingin Indonesia hanya menjadi penonton teknologi asing,” ujar Bambang. Ia menegaskan kerja sama ini berorientasi pada kemandirian teknologi nasional.

ITS juga menggandeng industri lokal untuk memproduksi kapal cepat tersebut. Produksi direncanakan berlangsung di PT Bintang Timur Samudera, Madura.

Bambang mengungkapkan studi kelayakan proyek telah selesai dilaksanakan. Hasilnya menunjukkan prospek pengembangan yang sangat menjanjikan.

“Kapal ini mampu melaju hingga empat kali lebih cepat,” katanya. ITS juga menargetkan perluasan pasar ke tingkat internasional.

Selain sektor maritim, kerja sama mencakup pengembangan ekosistem digital. Bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan kecerdasan buatan turut dibahas.

Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Program tersebut juga memperkuat peran ITS sebagai pelopor inovasi maritim Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....