HGI Research Centre dan Disdik Jatim Kembangkan Talenta Digital Berdaya Saing
- 21 Jun 2026 19:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre menandatangani Letter of Intent (LoI) di Shanghai, Tiongkok. Kerja sama ini bertujuan mengembangkan talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri global.
Penandatanganan dilakukan dalam kunjungan resmi delegasi Disdik Jatim ke Shanghai pada 8-12 Juni 2026. Delegasi dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Dalam rilis yang diterima redaksi pada Minggu, 21 Juni 2026, dikatakan, melalui kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat membangun komunikasi berkelanjutan. Mereka juga akan mengeksplorasi berbagai program pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.
Program yang dibahas meliputi integrasi pendidikan dan industri serta pengembangan talenta digital. Selain itu, kerja sama mencakup kemitraan sekolah dengan dunia usaha dan kolaborasi internasional.
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menegaskan pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan penggunaan teknologi. Menurutnya, siswa juga harus memahami proses industri dan pelaksanaan proyek.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan,” ujarnya.
Ia mengatakan perusahaan kini membutuhkan individu yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara efektif. Karena itu, HGI berkomitmen menghadirkan proyek, proses, dan standar industri ke ruang kelas di Indonesia.
Sementara itu, Aries Agung Paewai menilai industri digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Jawa Timur ingin mencetak talenta muda yang menguasai keterampilan digital sekaligus berwawasan internasional.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan komunikasi dan keterampilan digital mutakhir,” katanya.
Dalam diskusi bersama HGI Research Centre, kedua pihak membahas konsep “Chinese + Class Skill”. Model pembelajaran tersebut mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional berbasis industri.
Pendekatan itu diterapkan pada bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif. Siswa diharapkan memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan komunikasi lintas budaya.
Delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai. Kunjungan dilakukan ke Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Mereka menyaksikan langsung penerapan integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang. Bidang tersebut mencakup animasi, produksi gim, kecerdasan buatan, hingga pelestarian budaya berbasis teknologi digital.
Melalui kerja sama ini, Disdik Jatim dan HGI Research Centre berharap memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan masa depan. Kedua pihak optimistis kolaborasi tersebut akan mendukung lahirnya talenta yang mampu bersaing di era ekonomi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....