Prof. Syamsir: Transisi Energi Tak Cukup Andalkan Energi Terbarukan

  • 31 Mei 2026 21:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Guru Besar ITPLN, Prof. Syamsir Abduh, menegaskan transisi energi membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Menurutnya, percepatan energi terbarukan saja belum cukup mencapai target dekarbonisasi nasional.

Ia menjelaskan transisi energi harus didukung kebijakan, teknologi, investasi, dan penguatan sumber daya manusia. Penerimaan publik serta inovasi berkelanjutan juga menjadi faktor penting.

Syamsir menilai negara berkembang menghadapi tantangan lebih kompleks dalam menjalankan transisi energi. Kebutuhan menekan emisi harus berjalan seiring pertumbuhan ekonomi dan peningkatan elektrifikasi.

“Keberhasilan transisi energi harus menjaga keseimbangan antara target penurunan emisi dengan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026. Menurut Syamsir, kebijakan energi menjadi fondasi utama arah transisi nasional.

Regulasi yang jelas dan konsisten diperlukan untuk memberikan kepastian bagi investor. Selain kebijakan, modernisasi jaringan listrik dinilai sangat krusial.

Integrasi energi terbarukan membutuhkan sistem kelistrikan yang fleksibel dan andal. Ia menjelaskan energi surya dan angin bersifat intermiten, dan diperlukan teknologi penyimpanan energi dan penguatan jaringan transmisi nasional.

Syamsir menekankan investasi energi terbarukan harus terus ditingkatkan. Langkah tersebut penting untuk menjaga pasokan listrik tetap andal selama transisi berlangsung.

“Transisi energi tidak boleh menurunkan tingkat keandalan energi yang menopang aktivitas industri dan ekonomi masyarakat,” katanya. Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama.

Tenaga kerja perlu menguasai teknologi, digitalisasi, dan inovasi energi bersih. Di sisi lain, penerimaan publik dan inklusi sosial tidak boleh diabaikan.

Transisi energi perlu dilakukan secara bertahap, adaptif, dan terukur. “Riset dan inovasi harus menjadi penggerak utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi energi,” ujar Syamsir.

Ia berharap Indonesia mampu menjadi pemain utama pengembangan teknologi energi bersih. Dengan demikian, manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....