ITPLN Pelajari Kestabilan Listrik Hijau di Nusa Penida

  • 19 Mei 2026 08:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sekolah Vokasi Institut Teknologi PLN mempelajari sistem listrik hijau di Nusa Penida. Kajian dilakukan bersama PT PLN Indonesia Power melalui kegiatan guest lecture.

Technician Life Cycle Management and Investasi UPB Bali, Dwi Wijanarko, menjelaskan pengembangan energi bersih terus diperkuat. PLTS terintegrasi BESS menjadi andalan menjaga pasokan listrik di kawasan kepulauan.

“Teknologi ini menjadi kunci menjaga keandalan listrik di kawasan kepulauan,” ujar Dwi, Senin, 18 Mei 2026. Ia menilai sistem itu juga mendukung transisi energi nasional.

Kegiatan guest lecture mengangkat tema penerapan instalasi dan pemeliharaan PLTS di Nusa Penida. Tema ini diprakarsai Direktur Sekolah Vokasi ITPLN, Tony Koerniawan.

Menurut Dwi, sistem kelistrikan di Nusa Penida memiliki tantangan tersendiri. Wilayah kepulauan itu memiliki beban puncak listrik mencapai 16 megawatt.

Saat ini, pasokan listrik masih didominasi PLTD berkapasitas 21 megawatt. PLN juga mengoperasikan PLTS 3,5 MWac dan BESS 3 MWh.

“Keberadaan BESS sangat penting karena mampu mengompensasi output PLTS,” kata Dwi. Daya yang disalurkan menjadi lebih stabil bagi masyarakat.

BESS bekerja menyimpan energi saat produksi surya berlebih. Energi dilepas kembali ketika kebutuhan meningkat atau produksi menurun.

Dwi juga memaparkan komponen utama BESS kepada mahasiswa. Komponen itu meliputi BMS, EMS, dan PCS.

“BMS berfungsi sebagai otak BESS yang memantau perilaku baterai,” ucap Dwi. Sistem itu menjaga baterai tetap aman dan efisien.

PLN berencana menambah kapasitas energi baru terbarukan di Nusa Penida. Pengembangan dilakukan melalui RUPTL 2025–2034.

“Kombinasi PLTS dan BESS menjadi langkah strategis,” ucap Dwi. Sistem ini dinilai andal, efisien, dan ramah lingkungan.

Tony menyebut kuliah tamu mendukung pembelajaran berbasis praktik industri. Mahasiswa perlu memahami tantangan sektor energi masa depan secara langsung.

“Sekolah Vokasi ITPLN terus mendorong lahirnya generasi muda adaptif dan kompeten,” kata Tony. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....