Gubes ITPLN: Transisi Energi Butuh Regulasi Adaptif

  • 16 Mei 2026 18:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya -Transisi energi di Indonesia dinilai tidak lagi sekadar pertarungan antara pasar dan regulasi pemerintah. Guru Besar (Gubes) Institut Teknologi PLN, Prof. Syamsir Abduh, menilai regulasi harus mengikuti perkembangan pasar.

Masa depan sektor energi membutuhkan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Menurutnya, perubahan teknologi energi berlangsung sangat cepat di berbagai negara.

“Transisi energi bukan lagi soal pasar versus regulasi,” ujar Syamsir, Sabtu, 16 Mei 2026. “Yang dibutuhkan adalah regulasi adaptif yang mengikuti dinamika pasar energi.”

Ia menjelaskan teknologi energi baru terbarukan berkembang lebih cepat dibanding penyusunan aturan pemerintah. Kondisi itu menuntut kebijakan yang fleksibel agar inovasi tidak terhambat.

“Investasi dan inovasi akan terus bergerak seiring kebutuhan energi rendah emisi,” katanya. “Namun keberhasilan transisi tetap ditentukan efektivitas regulasi.”

Syamsir menilai model tata kelola hibrid paling realistis diterapkan di Indonesia. Pasar mendorong inovasi, sedangkan regulator menjaga stabilitas dan keadilan akses energi.

Ia menambahkan regulasi adaptif dapat mempercepat transisi menuju energi bersih berkelanjutan. Menurutnya, langkah itu juga membuka peluang investasi hijau dalam skala besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....