ASEM Day 2026, Ruang Diskusi Generasi Muda Peduli Lingkungan
- 24 Apr 2026 20:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - LPMB Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan ASEF menggelar ASEM Day 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi generasi muda dan penggerak lingkungan.
Mereka membahas tantangan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program keberlanjutan. Diskusi menghadirkan berbagai perspektif komunitas lingkungan yang aktif di masyarakat.
Para narasumber berbagi pengalaman langsung dari lapangan. “Masyarakat masih rendah kesadarannya terhadap isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah,” ujar Co-founder 4GoodThings, Maulina Gheananta.
Ia mencontohkan kondisi kawasan seperti Bantargebang. 4GoodThings menghadirkan solusi melalui pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai.
Pendekatan yang digunakan berbasis desain berkelanjutan. Gerakan tersebut telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Dampaknya dirasakan pada aspek lingkungan dan sosial masyarakat. “Edukasi penting dilakukan melalui sekolah dan media sosial seperti Instagram,” ujar perwakilan 4GoodThings.
Ia menilai cara ini efektif menjangkau generasi muda, dan juga menekankan perubahan bisa dimulai dari rumah tangga. “Mulai dari memilah sampah dan mengolahnya secara konsisten,” katanya.
Muhammad Ikhsan Destian, Co-founder Pandawara Group, menjelaskan gerakan berbasis anak muda tersebut. Fokusnya tidak hanya aksi bersih, tetapi juga edukasi masyarakat.
“Program kami mencakup Jagabumi, Pancaranata, Ajakarsa, Manahrasa, dan Jaganadara,” ujarnya. Program itu bertujuan menciptakan dampak berkelanjutan.
Ia menyebut tantangan terbesar adalah perbedaan perspektif masyarakat. Tidak semua orang memiliki kesadaran yang sama terhadap lingkungan.
“Publikasi digital dan komunitas penting untuk menjangkau masyarakat luas,” kata Ikhsan. Ia mendorong generasi muda mulai bertindak.
Arnedi Rizki Adidharma dari The Sanitizers menyebut gerakan lingkungan sering dimulai dari individu. Kegiatan berkembang menjadi aksi kolektif.
“Kami rutin mengadakan bersih-bersih dan edukasi generasi muda,” ujarnya. Program seperti ngabubersih juga dijalankan secara tematik.
Ia mengungkapkan tantangan utama adalah perbedaan pola pikir masyarakat. Banyak yang menganggap aksi bersih tidak berdampak.
“Media sosial membantu menyebarkan kesadaran dan mengajak partisipasi," ucap Arnedi. Konten digital mampu menjangkau audiens luas.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya langkah kecil. “Konsistensi tindakan sederhana menjadi kunci perubahan berkelanjutan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....