Petra-Ubaya Tuan Rumah Program NMT LEAP
- 30 Mar 2026 16:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Kristen Petra bersama Universitas Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah National Multiplication Training (NMT) 2026 dalam program DIES NMT LEAP. Program Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning (LEAP) didukung DAAD, Universitas Potsdam, BMZ, dan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek RI.
Program nasional ini bertujuan mengembangkan kapabilitas kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan berlangsung 30 Maret–2 April 2026 di Surabaya dan 10–13 Agustus 2026 di Solo.
Transformasi pendidikan tinggi dipicu perkembangan teknologi dan pergeseran demografi mahasiswa. Hal ini menjadi latar belakang pelaksanaan NMT LEAP 2026 di Indonesia.
Kegiatan di Surabaya digelar di kampus UK Petra dan Ubaya. Program ini digawangi pakar lintas disiplin dari kedua institusi.
Ketua panitia Josua Tarigan menyebut program diikuti 25 pemimpin universitas terpilih. “Peserta berasal dari Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Papua,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026
Josua menegaskan pentingnya ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan kolaboratif. “Kerja sama ini mempercepat kemajuan pendidikan tinggi Indonesia,” katanya.
Program ini menekankan kepemimpinan adaptif berbasis agility, empati, dan pemanfaatan AI. “Peserta belajar melalui peer consulting dan kontribusi buku ber-ISBN,” ucapnya.
Peserta mengunjungi Petra Digital Institute dan platform eJourney berbasis AI. Teknologi ini dilengkapi fitur auto grading, content creation, dan assessment berbasis AI.
Wakil Rektor Ubaya Maria Goretti menyebut kegiatan berfokus pada manajemen perubahan. “Program ini membekali pemimpin kampus menghadapi tantangan keberlanjutan institusi,” ujarnya.
Ubaya juga menggelar benchmarking melalui kunjungan ke UBAYA LIFe. “Peserta mempelajari diferensiasi tridarma melalui tema Aging Wellness,” katanya.
Peserta memperoleh sertifikat IC3 Digital Literacy dari International Test Center. Total 2.500 sertifikasi global diberikan untuk meningkatkan daya saing institusi.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi mengapresiasi kolaborasi ini. “Ini peluang memperkuat kepemimpinan transformasional di tengah perubahan global,” katanya.
Khairul menambahkan kampus harus menjadi pusat solusi bagi masyarakat. “Perguruan tinggi harus berdampak, tidak hanya unggul akademik,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan program diukur dari aksi nyata para pemimpin. “Pembelajaran harus diterjemahkan menjadi langkah visioner dan kolaboratif,” katanya.
Acara dibuka Kepala LLDIKTI Wilayah VII Dyah Sawitri. Turut hadir Direktur DAAD Regional Jakarta Guido Schnieders.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....