Samsung Buka Pendaftaran Innovation Campus Batch 8, Fokus AI, Coding, dan IoT

  • 27 Jul 2026 12:39 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Pembukaan pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 untuk pelatihan AI, Coding, dan IoT.
  • Terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA serta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia.
  • Registrasi dibuka mulai sekarang hingga 18 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Samsung Electronics Indonesia membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 hingga 18 Agustus 2026. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini memberikan pelatihan gratis Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) bagi siswa SMA/SMK/MA serta mahasiswa di seluruh Indonesia.

Program tersebut bertujuan mencetak talenta digital melalui pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Peserta tidak hanya mempelajari keterampilan teknis, tetapi juga didorong menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Samsung menyebut program ini mendukung upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat transformasi digital nasional. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita, khususnya pengembangan talenta yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital, kebutuhan talenta digital Indonesia diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030. Sementara itu, ketersediaan talenta saat ini baru sekitar 9,3 juta orang sehingga masih terdapat kesenjangan yang perlu dipenuhi.

Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, mengatakan Samsung Innovation Campus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan digital yang dibutuhkan industri.

"Program ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan Coding, AI, dan IoT, tetapi juga mendorong mereka menjadi problem solver yang mampu menciptakan inovasi berdampak bagi masyarakat," ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.

Antusiasme terhadap Samsung Innovation Campus terus meningkat. Pada Batch 7, program tersebut menjaring 7.736 pendaftar dari seluruh Indonesia. Sebanyak 5.500 peserta lolos ke tahap pertama dan 20 tim terbaik mempresentasikan proyek berbasis AI dan IoT pada Culmination Event.

Salah satu inovasi yang lahir dari program itu adalah PhysioTrack karya Tim Outliers, peraih Best Team kategori universitas pada Batch 7. Aplikasi tersebut memanfaatkan AI dan IoT untuk membantu rehabilitasi pasien pascastroke melalui pemantauan latihan dari rumah.

Perwakilan Tim Outliers, Bagus Satrio, mengaku Samsung Innovation Campus mengubah cara pandangnya terhadap AI.

"Di Samsung Innovation Campus kami belajar bahwa AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, tetapi bagaimana AI dipadukan dengan IoT, embedded system, dan kebutuhan pengguna sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Pada Batch 8, peserta akan mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni Coding and Programming Course, IoT Fundamentals, AI and IoT Bootcamp, Ready to Rise, serta Culmination Event. Selain memperoleh pelatihan dan pendampingan dari praktisi, peserta juga mendapatkan IoT Course Kit, sertifikat resmi, akses komunitas, serta kesempatan mengikuti kompetisi.

Program Samsung Innovation Campus Batch 8 terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA dan mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi Samsung Innovation Campus hingga 18 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....