ITS Kenalkan RoboDog Berbasis Kecerdasan Buatan
- 02 Mar 2026 17:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan kapasitasnya dalam pengembangan robotika dan kecerdasan buatan. ITS memperkenalkan RoboDog bersama Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia, dan NVIDIA di Surabaya.
Sinergi empat institusi menjadi kunci pengembangan robot anjing otonom tersebut. IOH mengembangkan AI-RAN, Nokia menyediakan jaringan 5G, dan NVIDIA mendukung komputasi GPU.
ITS mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut dalam sistem robotika yang siap dioperasikan. RoboDog dirancang sebagai robot otonom untuk kebutuhan pemantauan jarak jauh.
Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan kemampuan robot memahami perintah suara manusia. “RoboDog mampu menerima perintah suara dan memahami konteks instruksi pengguna,” kata Yuke, Senin, 2 Maret 2026.
Sensor kamera dan LiDAR memungkinkan RoboDog membaca kondisi lingkungan secara real-time. “Kemampuan ini dapat dikendalikan dalam jarak ribuan kilometer,” ucapnya.
Dalam demonstrasi, RoboDog di Surabaya menerima perintah dari pengguna di Barcelona, Spanyol. Robot memeriksa lokasi dan mendeteksi potensi bahaya dari jarak jauh.
Mahasiswa Teknik Komputer ITS tersebut menilai RoboDog cocok digunakan pada industri berisiko tinggi. “Kemampuan memahami situasi membuat robot ini aplikatif bagi pekerjaan berbahaya,” ujarnya.
VP Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH Irwan Radius menyebut AI-RAN sebagai fondasi sistem. “AI-RAN menghubungkan perintah jarak jauh dengan aksi robot melalui jaringan 5G,” kata Irwan.
Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi pusat pemantauan dengan robot berlatensi rendah. “Sinkronisasi Spanyol dan Surabaya berlangsung dengan jeda sangat rendah,” katanya.
Menurut Irwan, kecerdasan buatan kini diproses langsung melalui infrastruktur jaringan 5G. “Jaringan kini menjadi pusat pemrosesan komputasi berbasis AI,” ujarnya.
Arsitektur tersebut mendukung kebutuhan robotika dan drone otonom berlatensi ultra-rendah. “Arsitektur ini penting bagi pengembangan robotika berbasis kecerdasan buatan,” katanya.
Teknologi RoboDog akan dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona. Partisipasi tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Irwan berharap inovasi tersebut membuka peluang kolaborasi internasional bagi Indonesia. “Semoga inovasi anak bangsa mendapat ruang kolaborasi global,” ucapnya.
Partisipasi ITS menunjukkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengembangan robotika nasional. Inovasi ini mendukung pendidikan berkualitas, industri maju, dan kemitraan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....