Guru Besar ITPLN: AI Bukan Pengganti Pendidik
- 02 Feb 2026 20:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dunia pendidikan berada di persimpangan besar seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Guru Besar Institut Teknologi PLN Prof Syamsir Abduh menegaskan AI seperti Copilot tidak menggantikan peran pendidik
Perkembangan ini menuntut perubahan cara belajar, mengajar, dan pengelolaan pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, teknologi AI seperti Copilot justru memperkuat praktik pembelajaran di ruang kelas.
Pernyataan itu disampaikan dalam ITPLN AI Bootcamp di Kampus ITPLN. Kegiatan tersebut digagas Fakultas Telematika Energi untuk mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
AI Bootcamp ini dihadiri Wakil Rektor I Prof Susy Fatena Rostiyanti serta Luciana Maxfari dari Microsoft Education. Kehadiran Microsoft menegaskan pentingnya kolaborasi dunia pendidikan dengan industri teknologi global.
“Copilot bukan pengganti pendidik, melainkan mitra strategis dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif,” ujar Prof Syamsir, Senin, 2 Februari 2026. Ia menyebut Copilot mampu membantu pembelajaran personal dan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik.
Menurut Prof Syamsir, transformasi pendidikan saat ini bergerak sangat cepat dan dinamis. Pendidik dituntut beradaptasi secara cerdas agar tidak tertinggal perkembangan teknologi digital.
Microsoft Copilot merupakan asisten percakapan digital berbasis AI generatif dari Microsoft. Teknologi ini terintegrasi dalam Windows, Microsoft 365, dan browser Edge.
Copilot membantu meningkatkan produktivitas melalui otomasi tugas rutin dan analisis data. Selain itu, Copilot mempermudah alur kerja pendidik dengan bantuan kontekstual yang relevan.
Di sisi lain, teknologi ini mendorong peserta didik belajar lebih mandiri dan kritis. Pemanfaatan AI secara bertanggung jawab juga dapat meningkatkan kreativitas dan daya analisis peserta didik.
Meski demikian, Prof Syamsir menegaskan transformasi pendidikan tidak semata soal teknologi. Perubahan pola pikir pendidik tetap menjadi kunci utama keberhasilan transformasi tersebut.
“Pendidik tetap aktor sentral membangun karakter dan nilai peserta didik abad ke-21,” katanya. Ia menegaskan sentuhan humanis tidak dapat digantikan teknologi secanggih apa pun.
Melalui kegiatan ini, Prof Syamsir berharap peserta memahami fungsi Copilot secara menyeluruh. Ia mendorong penggunaan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran.
Copilot diharapkan menjadi alat bantu pembelajaran berbasis Outcome-Based Education di ITPLN. Prof Syamsir optimistis pemanfaatan AI tepat dapat menciptakan sistem pembelajaran berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....