Kementerian HAM Pilih Unesa Jadi Lokasi Uji Publik UU HAM

  • 19 Jun 2026 06:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi lokasi Uji Publik Rancangan Perubahan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Kegiatan yang dihadiri Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto di Auditorium FIKK Unesa, melibatkan pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil.

Mereka memberikan masukan terhadap substansi revisi UU HAM yang masuk Program Legislas Nasional (Prolegnas). Wakil Rektor II Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri, menilai revisi regulasi HAM perlu dilakukan.

Menurutnya, aturan harus tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan sosial menghadirkan tantangan baru bagi perlindungan HAM,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menegaskan HAM merupakan fondasi penting kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, regulasi perlindungan hak warga perlu terus dievaluasi dan disempurnakan.

Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto, mengatakan Unesa dipilih karena perannya mencetak calon pendidik. Mereka diharapkan berkontribusi memperkuat nilai HAM di masyarakat.

“Kami juga membuka peluang kerja sama dengan Unesa, termasuk pembentukan pusat studi HAM,” katanya. Menurut Mugiyanto, revisi UU HAM diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan terbaru.

Sejumlah isu baru belum terakomodasi dalam regulasi yang berlaku lebih dari dua dekade. “Usulan baru mencakup hak digital, hak lingkungan sehat, perlindungan pembela HAM, dan penguatan pemerintah,” katanya.

Pemerintah juga mengusulkan penguatan kewenangan lembaga HAM nasional. Di antaranya Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komisi Nasional Disabilitas, dan KPAI.

Penguatan tersebut bertujuan meningkatkan daya ikat rekomendasi lembaga HAM. Dengan begitu, perlindungan hak masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, pemerintah mengusulkan pembentukan Dana Abadi Pemajuan HAM dan Demokrasi. Skema ini mendukung program HAM oleh akademisi, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil.

Wakil Rektor I Unesa, Martadi, menyambut baik rencana pusat studi HAM. Menurutnya, pusat studi dapat memperkuat pendidikan dan pengembangan nilai HAM.

“Setiap tahun Unesa menyiapkan ribuan calon guru. Pendidikan HAM penting sebelum mereka terjun ke sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan nilai HAM telah menjadi bagian tata kelola layanan akademik Unesa. Bekal tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada peserta didik dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....