PPiH Prihatin Jamaah Haji Alami Perampasan di Mekkah
- 28 Mei 2025 01:23 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menyampaikan prihatin atas peristiwa perampasan uang seorang jemaah haji Embarkasi Surabaya. Sopir taksi merampas uang rupiah dan riyal dari tas milik jemaah asal kloter 58 saat naik taksi tersebut di Mekkah.
“Kejahatan bisa terjadi di mana saja, jemaah harus meningkatkan kewaspadaan saat berada di luar negeri,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).
Sugiyo menjelaskan bahwa nilai mata uang riyal lebih tinggi daripada rupiah dalam nominal yang terlihat kecil.
“Uang 200 riyal hampir setara satu juta rupiah, tapi jemaah sering menganggapnya jumlah kecil,” katanya.
| Baca juga: IKADI Jatim Ajak Jamaah Haji Jaga Kemabruran |
Ia mengimbau jemaah untuk tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak, baik rupiah maupun riyal. Sugiyo juga menyarankan agar jemaah tidak bepergian sendiri saat keluar dari hotel.
“Lansia sebaiknya didampingi saat bepergian agar lebih aman dan tidak tersesat,” ucapnya.
Bepergian berkelompok kecil, 2–3 orang, dinilai lebih aman terutama bagi jemaah yang belum kenal lingkungan. Jika naik taksi, pastikan menggunakan kendaraan resmi dan tanyakan tarif di awal perjalanan.
“Catat nomor kendaraan untuk keamanan, hindari mobil tanpa identitas resmi,” ujar Sugiyo.
Ia menambahkan, jika terpaksa naik taksi, jemaah tidak boleh bepergian sendirian tanpa pendamping.
“Lansia harus didampingi, baik laki-laki maupun perempuan harus ada teman saat naik kendaraan umum,” katanya.
Sugiyo menyarankan laki-laki naik kendaraan lebih dulu, perempuan sebaiknya turun lebih dulu saat tiba.
“Aturan ini demi kenyamanan dan keamanan seluruh jemaah."
Sugiyo juga mengingatkan jemaah segera melapor ke petugas jika mengalami kejadian tak diinginkan. Petugas akan membantu dan berkoordinasi dengan otoritas berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Ia juga menyampaikan kabar duka dari kloter 85 asal Kabupaten Probolinggo atas wafatnya Sri Umami Kasih (55 tahun). Sri Umami wafat di pesawat satu jam sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Selasa (27/5).
Sebelumnya, jemaah kloter 76 asal Kota Malang, Gogok Priadi (66 tahun), wafat di Kota Makkah, Minggu (25/5).
“Insyaallah mereka wafat dalam husnul khotimah saat memenuhi panggilan Allah di Tanah Suci,” pungkas Sugiyo.
Jumlah jemaah wafat dari Embarkasi Surabaya hingga kini tercatat sebanyak 11 orang. Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 88 kloter dengan total 33.452 jemaah, atau sekitar 91 persen dari target.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....