Embarkasi Surabaya Berangkatkan 30 Ribu Jamaah Haji

  • 26 Mei 2025 09:48 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Hingga Minggu malam (25/5), PPIH Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 30.794 jamaah dari 81 kelompok terbang (kloter). Jumlah ini sekitar 84 persen dari keseluruhan 36.845 jamaah.

"Hari ini (Senin (26/5), ada empat kloter yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, yakni kloter 82, 83, 84, dan 85," tutur Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo dalam keterangannya, Senin (26/5).

Adapun kloter 82 berisi rombongan jamaah asal Malang; kloter 83 berisi rombongan jamaah asal Probolinggo, Surabaya, Malang; kloter 84 dan kloter 85 berisi rombongan jamaah asal Probolinggo.

Sebagai informasi, gelombang dua dari kloter 51 mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada Sabtu (17/5). Berbeda dari gelombang pertama, para jamaah langsung mengenakan kain ihram dari asrama Embarkasi Surabaya.

Hal itu menjadi kelebihan dari jamaah haji yang berangkat pada gelombang dua. Artinya ketika tiba di Tanah Suci, mereka sudah lebih dekat dengan puncak haji atau masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

“Para jemaah haji yang tiba di Tanah Suci ketika mendekati masa Armuzna kelebihannya stamina mereka dari rumah masih bagus sehingga ketika melakukan ibadah Armuzna kondisi fisik masih prima,” imbuhnya.

Di satu sisi, jamaah haji gelombang dua ketika tiba di Tanah Suci, harus melalukan umrah, tetapi tiga hari menjelang Armuzna itu Bus Sholawat tidak ada. Hal ini memungkinkan jamaah bingung.

Oleh karena itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur itu mengimbau para jamaah haji untuk tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram ketika tidak ada Bus Sholawat yang beroperasi.

“Para jamaah jangan memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram jika tidak ada Bus Sholawat. Beribadah di Maktab memiliki pahala yang sama dengan beribadah di Masjidil Haram,” ujar Sugiyo.

Ia kembali mengingatkan bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Karena itu, ia berharap jamaah haji tidak menyia-nyiakan kesempatan yang hanya datang sekali pada 9 Dzulhijjah.

“Kalau tidak wukuf, hajinya tidak sah. Mengingat begitu utamanya wukuf di Arafah, para jamaah haji diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatannya lahir dan batin," kata Sugiyo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....