Periksa 22 Saksi, Polda Jatim Cari Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

  • 27 Agt 2026 20:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terus mendalami kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 yang mengalami insiden kebakaran di perairan Laut Jawa sisi utara Sumenep. Sebanyak 22 saksi telah diperiksa terkait insiden tersebut.

Dalam penyelidikan peristiwa tersebut, Direktur Ditpolairud Polda Jawa Timur, Kombes Pol Arman Asmara menyebut saksi-saksi yang diperiksa dari manajemen perusahaan kapal, KSOP, penumpang, hingga keterangan saksi ahli. Arman menegaskan, fokus utama penyelidikan saat ini tertuju pada pengujian manifest, kesesuaian muatan kendaraan, serta prosedur keselamatan di tingkat penanggung jawab pelabuhan.

"Harapannya bisa membuat terang daripada dugaan permasalahan hubungan ini adanya api ya, ataupun adanya kebakaran. Karena kalau kita melihat benda-benda yang masuk mulai dari awal start sampai dengan akhir itu melalui CCTV banyak kendaraan yang memuat muatan ini ya, kendaraan. Sehingga kita bisa mengungkap kenapa sih sampai ada kebakaran ini sebenarnya," kata Arman.

Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurutnya KNKT memiliki keahlian terkait pengungkapan kasus kecelakaan yang menjadi bahan informasi.

"Semua data maupun keterangan dan informasi kita tetap tampung ya. Sifatnya kan bisa nanti kita apakah minimal dari data dan ini kita bisa buktikan ya. Dari keterangan yang ada juga kita harus buktikan dan alat bukti yang ada juga, sehingga harapannya tidak bisa terungkap di dalam permasalahan ini," ujarnya.

Menanggapi sorotan publik terkait dugaan ketidaksesuaian manifest termasuk isu adanya lima penumpang yang dinyatakan hilang. Kepolisian memastikan seluruh data manifest, baik penumpang maupun muatan kendaraan, kini sedang diuji secara scientific crime investigation menggunakan bukti penunjang yang dimiliki.

Selain itu, pihaknya juga akan kembali memeriksa KSOP untuk memastikan data manifes penumpang. "Kita juga masih mencari bukti-bukti materiil yang lainnya sehingga ini bisa terang dengan baik," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....