Duta Pelajar SMP Indonesia 2026 Sebarkan Sejarah lewat Advokasi

  • 17 Jun 2026 10:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Duta Pelajar SMP Indonesia 2026, Alvazka Arfandhani, terus mengampanyekan sejarah Indonesia kepada generasi muda. Upaya itu dilakukan melalui program advokasi bertajuk History Goes Global. Alvazka menjadi narasumber dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Surabaya.

Pelajar SMP Muhammadiyah 5 Surabaya itu mengaku bangga atas capaian nasionalnya. Ia berhasil meraih gelar Duta Putra Pelajar SMP Indonesia 2026 saat masih duduk di kelas tujuh.

“Saya sungguh sangat bangga karena sebagai kelas 7, saya dapat membanggakan sekolah,” ujarnya. Prestasi tersebut diraih setelah melalui proses seleksi tingkat nasional.

Menurut Alvazka, ketertarikannya mengikuti ajang tersebut berawal dari advokasi yang dijalankannya. Program itu berfokus mengenalkan budaya dan sejarah Indonesia kepada dunia internasional menggunakan bahasa Inggris.

Ia menilai ajang duta pelajar menjadi sarana memperluas jangkauan advokasi. Melalui kolaborasi yang lebih luas, pesan mengenai sejarah Indonesia dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

“Melalui Duta Pelajar Indonesia tersebut, saya dapat menyebarkan advokasi saya agar diketahui banyak orang,” katanya. Ia berharap semakin banyak generasi muda mencintai sejarah bangsa.

Perjalanan menuju gelar nasional tidak berlangsung singkat. Alvazka mengaku mempersiapkan diri sejak Oktober sebelum kompetisi berlangsung pada April.

Selama empat hingga lima bulan, ia berlatih secara konsisten. Kemampuan advokasi dan public speaking menjadi fokus utama persiapannya. “Saya berlatih terus-menerus hingga akhirnya menjadi juara,” ucapnya. Kerja keras itu menjadi bekal menghadapi peserta dari berbagai daerah.

Motivasi terbesarnya adalah menjadi pelajar yang dipercaya masyarakat. Ia juga ingin menjadi contoh positif bagi siswa SMP di Indonesia. Alvazka memiliki cita-cita menjadi diplomat. Keinginan tersebut selaras dengan minatnya dalam komunikasi dan promosi budaya Indonesia.

Di tengah berbagai kegiatan, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara belajar dan organisasi. Prioritas menjadi kunci utama dalam mengatur waktu sehari-hari. “Dengan melakukan yang lebih penting terlebih dahulu, saya lebih mudah mengatur waktu,” ujarnya. Cara tersebut membantunya menyelesaikan tugas secara bertahap.

Selain keluarga, guru menjadi sosok penting dalam perjalanannya. Ia mengaku banyak memperoleh motivasi dan arahan dari para pendidik. Salah satu kegiatan advokasinya adalah mengenalkan sejarah kawasan Sunan Ampel Surabaya. Ia membagikan informasi mengenai perkembangan kawasan tersebut dari masa ke masa.

Alvazka memilih Sunan Ampel karena perannya dalam penyebaran Islam di Surabaya. Menurutnya, keberanian menjadi pelopor patut dijadikan teladan generasi muda. Ia juga mengaku terinspirasi oleh Bung Tomo. Tokoh pahlawan itu dinilainya berhasil membangkitkan semangat perjuangan melalui siaran radio.

“Bung Tomo melalui pidatonya di radio dapat membangkitkan Indonesia,” katanya. Semangat itulah yang ingin ia terapkan dalam aktivitasnya.

Dalam bidang akademik, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran favoritnya. Kemampuan tersebut mendukung misinya mengenalkan sejarah Indonesia ke dunia internasional.

Alvazka mengungkapkan tantangan terberat saat seleksi adalah tes tertulis. Waktu yang terbatas membuat peserta harus berpikir cepat dan tepat. Meski demikian, ia berhasil melewati seluruh tahapan seleksi. Dukungan orang tua menjadi faktor penting yang menjaga kepercayaan dirinya.

Menurutnya, rasa percaya diri merupakan hal yang perlu dimiliki setiap pelajar. Kepercayaan diri dapat membantu siswa menyampaikan ide dan menginspirasi orang lain.

“Banyak siswa tidak percaya diri bahwa mereka bisa menginspirasi banyak orang,” ujarnya. Karena itu, kemampuan berbicara perlu terus dilatih sejak dini.

Bagi Alvazka, prestasi bukan tujuan akhir. Prestasi hanya menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar. “Prestasi itu hanya sebagai pemula dan kunci menuju kesuksesan,” katanya. Ia menilai konsistensi dan tanggung jawab lebih menentukan keberhasilan seseorang.

Sebagai Duta Pelajar SMP Indonesia 2026, Alvazka berkomitmen terus mempromosikan sejarah dan budaya bangsa. Ia berharap semakin banyak pelajar berani berkarya serta membawa nama Indonesia ke tingkat internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....