Sungai Watch Perluas Gerakan Lawan Sampah Plastik Jawa Timur

  • 07 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Masalah polusi plastik di aliran sungai Indonesia membutuhkan aksi nyata yang berkelanjutan. Berangkat dari keresahan tersebut, Yayasan Sungai Watch Indonesia hadir memotong jalur sampah plastik agar tidak bermuara langsung ke laut, sekaligus menyulap limbah tak bernilai menjadi barang-barang rumah tangga yang fungsional.

Hal ini dikupas tuntas dalam siaran Jagongan di Pro 4 RRI Surabaya pada Jumat 5 Juni 2026, bersama Dewi Fatmawati, yang akrab disapa Fatma, selaku Community Engagement & Awareness Specialist Sungai Watch Indonesia.

Sungai Watch merupakan organisasi non-profit (LSM) lingkungan yang didirikan pada tahun 2020 di Bali oleh tiga bersaudara keturunan Prancis: Gary, Kelly, dan Sam. Gerakan mereka sempat menarik perhatian Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 saat membersihkan Sungai Citarum menggunakan perahu dari botol plastik.

Kini, gerakan tersebut telah meluas secara masif ke wilayah Jawa Timur."Saat ini kami sudah memasang sekitar 300 trash barrier (penghalang sampah) di sepanjang aliran sungai di Bali dan Pulau Jawa. Setiap hari, tim kami turun ke lapangan untuk membersihkan dan merawat jaring-jaring tersebut," ujar Fatma saat diwawancarai Pro 4 RRI Surabaya.

Di Jawa Timur, Sungai Watch telah mengoperasikan beberapa stasiun pemilahan (station): Banyuwangi ada 3 Stasiun Pemilahan. Dan Sidoarjo ada 1 Stasiun Pemilahan

Sampah-sampah non-organik yang dikumpulkan dari sungai maupun aksi bersih-bersih besar (big clean-up) akan dibawa ke stasiun ini untuk disortir, dicatat jenisnya (brand audit), lalu masuk ke proses daur ulang.

Dalam aksi terbaru yang digelar pada hari Jumat bertepatan dengan hari siaran, tim Sungai Watch berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur. Hasilnya terbilang fantastis sekaligus memprihatinkan: 1 ton sampah berhasil diangkat dari sungai.

"Kami menginisiasi gerakan ini dengan melibatkan warga sekitar. DLH Provinsi Jatim juga sangat membantu dengan menurunkan ekskavator untuk mengeruk sampah organik seperti enceng gondok. Sedangkan untuk sampah non-organik atau plastiknya, kami bawa ke stasiun untuk diolah sendiri," jelas gadis berusia 24 tahun tersebut.

Salah satu keunikan Sungai Watch adalah kemampuan mereka mendaur ulang plastik murni dari sungai menjadi produk bernilai guna tinggi, seperti meja, kursi, hingga tempat tisu. Semua produk hasil daur ulang ini dijual secara transparan melalui situs resmi mereka di sungaidesign.com.

Fatma menegaskan bahwa yayasan ini murni bersifat non-profit."Seluruh hasil penjualan dari produk daur ulang tersebut diputar kembali 100 persen untuk membiayai operasional di lapangan, mulai dari pembuatan dan pemasangan trash barrier baru, hingga mendanai aksi pembersihan sungai lainnya agar jangkauan kami bisa lebih luas."

Sebagai bentuk keseriusan, para pendiri Sungai Watch bahkan sempat melakukan aksi lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali hingga Jakarta. Aksi ini bertujuan mengumpulkan dana sekaligus memetakan titik-titik sungai yang paling tercemar.

Data temuan lapangan tersebut juga telah disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, guna mendorong kebijakan lingkungan yang lebih kuat.

Meskipun stasiun fisik di Jawa Timur baru berdiri di Sidoarjo dan Banyuwangi, Sungai Watch berharap bisa segera mengepakkan sayap ke Surabaya, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Sebagai Community Engagement & Awareness Specialist, Fatma gencar masuk ke lini edukasi formal. Sungai Watch membuka kesempatan emas bagi sekolah-sekolah di wilayah Surabaya dan sekitarnya yang ingin mendapatkan sosialisasi lingkungan secara gratis.

"Kami biasa memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sekolah di Surabaya yang tertarik berkolaborasi bisa langsung menghubungi kami. Ini sepenuhnya gratis, dan kami juga kerap membawa merchandise atau hadiah kecil untuk siswa," tambah Fatma.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi relawan (volunteer) dalam aksi bersih-bersih hari Jumat, Sungai Watch membebaskan siapa saja untuk langsung datang ke lokasi tanpa sistem gelombang (batch). Informasi jadwal aksi dan lokasi mendetail selalu diperbarui melalui akun Instagram @sungaiwatch atau sistem pemesanan jadwal di situs resmi mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....