Surabaya In Frame Jadi Rumah Kreatif Pecinta Fotografi

  • 26 Mei 2026 16:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Komunitas fotografi Surabaya In Frame terus berkembang menjadi wadah kreatif bagi pecinta dunia visual sejak berdiri pada 15 Juli 2012. Komunitas ini lahir dari ide sederhana sang pendiri, Antoni Harman, yang kesulitan mencari teman sehobi setelah sebuah lomba fotografi batal digelar. Kini, Surabaya In Frame dikenal sebagai salah satu komunitas fotografi aktif di Kota Pahlawan.

Ketua Surabaya In Frame, Rahmat, mengatakan komunitas ini dibentuk untuk berbagi ilmu sekaligus meningkatkan keterampilan fotografi masyarakat Surabaya. Ia menegaskan tidak ada perbedaan status di dalam komunitas tersebut. “Tidak ada guru, murid, senior maupun junior. Semua sama-sama belajar di komunitas,” ujarnya dalam wawancara di RRI Surabaya, Jumat, 25 Mei 2026.

Menurutnya, Surabaya In Frame terbuka bagi siapa saja tanpa memandang jenis kamera maupun tingkat kemampuan. Bahkan pengguna ponsel juga dipersilakan bergabung untuk belajar fotografi bersama. “Kami ingin mencetak fotografer dari zero to hero, begitu juga model,” katanya.

Kegiatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan antaranggota. Salah satu agenda favorit adalah “Rabu Keramat”, di mana anggota berkumpul untuk berbagi ilmu, berdiskusi konsep, hingga praktik pemotretan bersama model maupun objek lainnya.

Selain itu, ada pula program “Sabtu Ceria” dan “Minggu Bahagia” yang diisi dengan kegiatan fotografi bersama komunitas lain di Surabaya. Bendahara Surabaya In Frame, Ana Farhana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas pengalaman anggota. “Yang penting belajar bersama dan saling sharing ilmu,” ujar Ana.

Perkembangan teknologi dan hadirnya AI dalam dunia fotografi juga dianggap sebagai peluang positif oleh komunitas ini. Ana menilai fotografi kini semakin mudah dipelajari karena perangkat ponsel sudah memiliki kualitas kamera yang baik. “Tidak harus punya kamera mahal, HP sekarang sudah cukup mumpuni,” ucapnya.

Tak hanya aktif dalam kegiatan komunitas, Surabaya In Frame juga sering terlibat dalam dokumentasi acara kota dan kegiatan edukasi di sekolah maupun kampus. Rahmat mengingatkan bahwa fotografer tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga etika saat berkarya. “Jangan sampai karya foto justru melanggar privasi atau merugikan orang lain,” ucapnya.

Menutup wawancara, Rahmat dan Ana mengajak anak muda untuk tidak takut memulai belajar fotografi. Mereka menilai fotografi bukan sekadar memotret, melainkan seni yang membutuhkan keterampilan dan kreativitas. “Belajar tidak harus mahal, yang penting mau mencoba dan terus berkarya,” kata mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....