Mahasiswa FIK Ubaya Borong Prestasi di Ajang Fashion Internasional
- 03 Jun 2026 09:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) menorehkan prestasi dalam kompetisi feshion tingkat internasional dengan meraih tiga penghargaan pada kategori berbeda. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam bidang fashion styling, upcycling, dan fashion design.
Pada kategori Fashion Styling Competition, Johan Febriawan Sanjaya dan Jhuneva Maydeline berhasil meraih juara pertama. Sementara itu, Kennetha Audrey Santosa, Luanne Evelyn, dan Novelia Alinda Putri meraih juara kedua pada Upcycling Competition.
Prestasi lainnya diraih Carlene Ivory Hinson yang berhasil membawa pulang juara ketiga pada Fashion Design Competition. Keberhasilan tersebut semakin memperkuat kiprah mahasiswa FIK Ubaya dalam berbagai ajang kompetisi kreatif.
Salah satu karya yang menarik perhatian dewan juri datang dari Johan melalui kategori Fashion Styling Competition. Ia menghadirkan busana eksklusif yang memadukan garmen modern dengan wastra nusantara, didominasi warna hitam dengan sentuhan warna kontras seperti kuning, merah, dan hijau.
Selain menampilkan penataan gaya yang anggun dan berani, Johan juga mengedepankan aspek keberlanjutan dalam karyanya. Seluruh elemen yang digunakan dikerjakan secara handmade sehingga memberikan nilai tambah pada konsep yang diusung.
“Uniknya, saya tidak hanya mengusung nilai budaya dengan penggunaan wastra, namun dikerjakan sepenuhnya secara handmade, sehingga nilai keberlanjutannya juga berhasil ditonjolkan,” ujar Johan, dalam siaran pers, Rabu 3 Juni 2026.
Johan mengaku persiapan menuju kompetisi berjalan relatif lancar karena fashion styling merupakan bidang yang diminatinya. Ia melakukan latihan styling selama tiga hari setelah mengumpulkan seluruh garmen yang dibutuhkan untuk memastikan kesesuaian tampilan yang akan dipresentasikan.
“Saya cukup percaya diri. Setelah mengumpulkan garmen yang dibutuhkan, saya cukup latihan styling selama tiga hari untuk memastikan kecocokan gaya pakaian yang akan saya tampilkan. Selebihnya, saya memastikan tidak ada kebutuhan yang kurang,” katanya.
Dosen pendamping Johan, Viviany, M.Ds., mengapresiasi pencapaian mahasiswa FIK Ubaya dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan proses belajar yang dijalani secara konsisten.
“Desain yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya menarik secara visual, namun juga memperlihatkan pemahaman terhadap tren, detail, pemilihan material, serta identitas desain yang jelas. Terdapat eksplorasi ide yang berani dengan kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi karya yang matang dan kompetitif,” tuturnya.
Sebagai informasi, mahasiswa Ubaya torehkan prestasi tersebut pada ajang Asian Student Fashion Week 2026 digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang pada 9–10 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini diikuti siswa dan mahasiswa dari berbagai negara Asia, termasuk Malaysia, Korea Selatan, dan Turki, sebagai wadah untuk menampilkan kreativitas dan inovasi di bidang fesyen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....