SIER Bawa UMKM Lokal Tembus Pasar Jatim Fest

  • 04 Okt 2026 10:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) membawa sejumlah UMKM binaannya memperluas pasar melalui Jatim Fest 2026 di Grand City Convex Surabaya. Pameran yang berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal mengenalkan produk dan membuka peluang kolaborasi.

Salah satu UMKM binaan SIER yang tampil di booth Holding BUMN Danareksa adalah Nikita Etnik milik Feni Permonowati. Usaha ini menawarkan aksesori handmade berbahan batu alam dan tembaga bakar.

Feni mengatakan, penggunaan batu alam membuat setiap produknya memiliki karakter berbeda dari sisi bentuk maupun warna. Kondisi tersebut justru menjadi nilai jual karena membuat produknya terasa eksklusif.

"Produk saya aksesori handmade semuanya. Basic-nya dari batu dan tembaga bakar. Karena batunya batu asli, biasanya satu koleksi hanya satu karena memang batunya batu alam, jadi tidak ada kembarnya dan terkesan eksklusif," ujar Feni.

Keikutsertaan di Jatim Fest menjadi pengalaman pertama Feni mengikuti pameran bersama SIER. Ia berharap kesempatan tersebut tidak hanya memperkenalkan produk kepada konsumen baru, tetapi juga membuka peluang kolaborasi.

"Saya baru pertama kali diajak SIER mengikuti pameran seperti ini. Semoga saya bisa berkolaborasi dengan SIER lagi ke depannya," katanya.

Nikita Etnik telah berjalan sejak 2015 dan sempat menghadapi pasang surut, termasuk ketika pandemi COVID-19 membatasi kegiatan pameran dan pemasaran langsung. Meski demikian, Feni tetap mempertahankan usaha aksesori handmade tersebut hingga kini.

"Alhamdulillah dari 2015 sampai sekarang saya tetap menjalani bisnis kecil-kecilan ini, aksesori handmade. Meskipun ada masa naik dan turunnya, tapi saya tetap bersyukur masih bisa menjaga keberlangsungan UMKM saya," ujarnya.

Selain Nikita Etnik, booth Holding BUMN Danareksa menghadirkan Athaya Arts dari PT Danareksa (Persero), Kang Nabil dari PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, serta Kirana Khimar dari PT Kawasan Berikat Nusantara.

Athaya Arts asal Malang mengembangkan produk fashion dan kriya dengan memadukan kreativitas, inklusivitas, dan konsep keberlanjutan. Produk seperti outer, sepatu, kalung, dan aksesori dibuat dengan memanfaatkan material sisa melalui konsep upcycling.

Berdiri sejak 2021, Athaya Arts awalnya berkembang dari karya seni lukis sebelum diarahkan menjadi produk fashion dan kriya bernilai ekonomi. Salah satu inspirasinya berasal dari karya seni anak pemilik Athaya Arts yang merupakan penyandang disabilitas.

Pemilik Athaya Arts mengatakan Jatim Fest menjadi kesempatan memperkenalkan produknya ke pasar di luar Malang. "Alhamdulillah saya senang sekali bisa menjadi bagian dari pameran Jatim Fest 2026, terlebih bisa membawa produk dari Athaya Arts yang punya kelebihan di sisi inklusivitas dan sustainability," ungkapnya.

Menurutnya, pameran tersebut juga membuka peluang pasar dan jejaring baru bagi UMKM. "Dengan pameran ini kesempatan kita mengenalkan produk-produk kami bisa lebih luas, tidak hanya di kota asal, tapi juga ke kota lain," ujarnya.

Keikutsertaan empat UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya Holding BUMN Danareksa bersama anggota holding memberikan akses promosi bagi pelaku usaha. SIER menilai perluasan pasar penting untuk menjaga keberlanjutan UMKM agar produk lokal dapat menjangkau konsumen dan jejaring usaha yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....