Tahu Kocek Legenda, Usaha Kuliner yang Terus Berkembang
- 13 Sep 2026 11:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya- Usaha kuliner Tahu Kocek Legenda ternyata telah hadir sejak Mei 2024 dan kini semakin dikenal masyarakat. Nama “Legenda” dipilih dengan harapan usaha tersebut dapat terus bertahan, melegenda, sekaligus mudah diingat oleh pelanggan.
Pelaku UMKM Tahu Kocek Legenda, Farren Chavela, mengatakan, usaha tersebut berawal dari inspirasi seorang teman asal Jember yang mengenalkan tahu kocek kepadanya. Dari pengalaman tersebut, Farren kemudian tertarik mengembangkan tahu kocek sebagai peluang usaha di Kota Surabaya.
“Dulu ada teman asli Jember yang memberikan tahu kocek dan dibuatkan untuk saya. Dari situ saya terinspirasi untuk membuka usaha tahu kocek,” ujar Farren. Minggu, 13 September 2026.
Saat ini, Tahu Kocek Legenda memiliki empat kedai yang masih menggunakan konsep stand di pinggir jalan. Keempatnya berada di kawasan Ketintang, Bratang, Perumahan Gunung Sari Indah, dan Kalirungkut. Masing-masing kedai dijaga pegawai yang dipekerjakan oleh Farren.
Dalam menjalankan usahanya, ia juga menghadapi tantangan dalam mengawasi operasional kedai. Ia pernah menemukan dugaan kecurangan pegawai, salah satunya melalui pengurangan porsi. Menurutnya, biasanya satu stand mampu menjual sekitar 152 hingga 156 porsi per hari, dengan satu porsi berisi delapan tahu, namun pernah ditemukan jumlah tahu yang diberikan hanya tujuh.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, dirinya memiliki tim produksi yang terdiri dari empat orang. Setiap hari sekitar pukul 03.00 WIB, tim tersebut mulai berbelanja tahu dari pasar langganan untuk kemudian diolah. Selain tahu kocek, tersedia pula sosis, basreng, serta tambahan siwil yang melengkapi pilihan menu. Harga satu porsi mix tahu kocek dibanderol Rp10 ribu, sedangkan porsi tahu kocek tanpa campuran Rp5 ribu.
Meski permintaan cukup tinggi, Tahu Kocek Legenda saat ini belum bergabung dengan layanan ojek online. Pelanggan yang ingin memesan secara daring dapat menghubungi melalui WhatsApp dan pesanan kemudian dikirim menggunakan kurir. Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil karena pegawai di kedai sudah cukup kewalahan melayani pesanan, terutama ketika permintaan meningkat. Tahu Kocek Legenda juga kerap menerima pesanan untuk acara arisan maupun kegiatan kampus.
Di tengah kesibukannya sebagai admin keuangan di salah satu instansi di Kota Surabaya, ia tetap berusaha mengembangkan bisnisnya. Untuk membantu memantau empat kedai, ia dibantu sang adik. Berbekal pengalaman berjualan sejak kecil, Farren melihat kondisi ekonomi saat ini sebagai peluang untuk terus berwirausaha. Ke depan, ia berharap Tahu Kocek Legenda dapat semakin settle, memiliki lebih banyak pilihan menu, dan berkembang hingga mempunyai ruko sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....