Produk Pesantren OPOP Jatim Perluas Pasar lewat Misi Dagang di Riau

  • 09 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Produk-produk pesantren dari Program OPOP Jawa Timur seperti keripik pisang Gedang Koe, kain batik, bawang merah Batu Ijo, dan camilan cokelat berhasil menarik perhatian calon mitra usaha dalam Misi Dagang dengan Provinsi Riau
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa misi dagang bukan sekadar transaksi, tetapi sarana memperkuat hubungan ekonomi antardaerah dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM pesantren.
  • Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan dan Pesantren Darussalam Tulungagung melaporkan respons positif dari pelaku usaha Riau dan terbuka peluang kerjasama produksi dalam skema maklon yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Riau – Deretan produk hasil karya pesantren binaan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur mencuri perhatian dalam Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau. Melalui kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, produk-produk pesantren mendapat kesempatan bertemu langsung dengan calon mitra usaha dari berbagai sektor.

Stan OPOP Jawa Timur menghadirkan beragam produk, mulai dari keripik pisang Gedang Koe, kain batik, bawang merah Batu Ijo, aneka pangan olahan, teh bubuk, hingga camilan berbahan cokelat. Produk tersebut merupakan hasil karya pesantren binaan, di antaranya Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Probolinggo, dan Pesantren Darussalam, Tulungagung.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan misi dagang tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga sarana memperkuat hubungan ekonomi antardaerah. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan potensi produksi dengan kebutuhan pasar sehingga tercipta kerja sama yang saling menguntungkan.

"Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ikhtiar mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, serta memperkuat rantai pasok antardaerah," ujar Khofifah.

Bagi pelaku usaha pesantren, kesempatan mengikuti misi dagang menjadi pengalaman berharga. Pengasuh Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Dian Retno, mengatakan kegiatan tersebut membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha dari berbagai daerah.

"Kami merasakan manfaatnya karena produk pesantren bisa dikenal lebih luas. Respons pelaku usaha di Riau juga cukup baik, sehingga kami berharap peluang kerja sama yang mulai terbangun dapat berlanjut dan memberi manfaat bagi pengembangan usaha pesantren," kata Dian.

Hal serupa disampaikan perwakilan Pesantren Darussalam Tulungagung, Etik Elfiyatin. Menurutnya, selama kegiatan berlangsung, produk yang dibawa berhasil menarik perhatian calon mitra, termasuk membuka peluang kerja sama produksi dalam skema maklon.

Ia berharap semakin banyak koperasi pesantren memperoleh kesempatan mengikuti misi dagang serupa agar produk-produk pesantren semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....