Dongkrak Kualitas dan Kapasitas Produksi OPOP Jawa Timur
- 17 Jul 2026 11:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur terus didorong untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasarnya. Melalui program siaran "KITA INDONESIA" di Pro 4 RRI Surabaya pada Jumat, 17 Juli 2026), dibahas secara mendalam strategi dan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi produk lokal berbasis pesantren agar mampu bersaing di kancah nasional maupun global.
Dialog interaktif edisi kali ini mengusung tema "Peningkatan Produksi & Kualitas Produk OPOP" dengan menghadirkan narasumber, yaitu Dhonna Widya Poernamasari, S.E., M.S.E. (Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Bidang Produksi & Restrukturisasi Usaha). Dinas Koperasi UKM Prov Jawa Timur, dan terhubung melalui telepon Moch. Rofiul Qorni (Direktur UKM Poty).
Dalam pemaparannya, Dhonna Widya Poernamasari menekankan bahwa peningkatan kualitas produk tidak boleh ditawar jika ingin menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah melalui dinas terkait terus berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha OPOP dalam hal standardisasi.
"Kunci utama agar produk pesantren bisa bersaing di ritel modern dan pasar ekspor adalah konsistensi mutu dan legalitas yang lengkap. Kami terus memfasilitasi sertifikasi halal, izin edar P-IRT/BPOM, uji nutrisi, hingga perbaikan desain kemasan (packaging) agar lebih menarik dan higienis," ujar Dhonna.
Selain itu, Dhonna menambahkan bahwa restrukturisasi usaha dan manajemen produksi yang efisien sangat penting agar saat ada lonjakan permintaan, kapasitas produksi tetap bisa terpenuhi tanpa menurunkan standar kualitas produk yang dihasilkan.
Sementara itu, Moch. Rofiul Qorni selaku Direktur UKM Poty membagikan kisah sukses sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan. Menurutnya, menjaga stabilitas rasa, tekstur, dan mutu produk saat kapasitas produksi dinaikkan adalah tantangan terbesar bagi pelaku UMKM berbasis komunitas atau pesantren.
"Berkat pendampingan dari program OPOP, kami di UKM Poty bisa melakukan pembenahan dari hulu ke hilir. Kami mengadopsi teknologi tepat guna untuk efisiensi waktu kerja dan menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat di ruang produksi. Sinergi ini membuat produk kami tidak hanya diminati secara lokal tetapi juga siap memenuhi permintaan pasar yang lebih masif," ungkap Rofiul optimis.
Dialog interaktif ini menarik antusiasme tinggi dari para pendengar Pro 4 RRI Surabaya yang didominasi oleh pelaku UMKM dan komunitas pesantren. Dari jalannya diskusi, dapat disimpulkan bahwa akselerasi pertumbuhan OPOP membutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, komunitas (pesantren), media, dan pelaku bisnis.
Melalui program "KITA INDONESIA", Pro 4 RRI Surabaya berkomitmen untuk terus menyuarakan dan mendukung berbagai inisiatif lokal yang berdampak positif pada kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan ekosistem ekonomi pesantren di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....