Santri Ikut Kembangkan Usaha Minuman dan Produk UMKM Ponpes Al Jauhar Probolinggo

  • 07 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Pondok Pesantren Al Jauhar mengembangkan kemandirian ekonomi melalui berbagai unit usaha seperti produksi Teh Tarik Jelly Trily dan kerupuk ikan yang melibatkan santri dalam pembelajaran kewirausahaan.
  • Pesantren bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada 2026 untuk memperkuat pengelolaan usaha melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
  • OPOP Jawa Timur akan memberikan pendampingan dalam bidang pemasaran, legalitas produk, penguatan koperasi, dan pengembangan strategi pemasaran untuk memastikan usaha berkembang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Probolinggo – Pondok Pesantren Al Jauhar di Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus mengembangkan kemandirian ekonomi melalui berbagai unit usaha yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar. Upaya tersebut diperkuat setelah pesantren ini bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada 2026.

Selain menjalankan fungsi pendidikan keagamaan, pesantren juga membekali santri dengan keterampilan berwirausaha. Salah satu usaha yang dikembangkan ialah produksi minuman Teh Tarik Jelly Trily yang dikelola di lingkungan pesantren dengan melibatkan para santri sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.

Pengurus Pondok Pesantren Al Jauhar, Gus Yasin, mengatakan keterlibatan santri dalam kegiatan usaha tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berbisnis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, dan semangat bekerja sama. Menurutnya, keikutsertaan dalam Program OPOP membuka peluang bagi pesantren untuk memperkuat pengelolaan usaha melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas kelembagaan.

"Kami berharap OPOP Jawa Timur terus memberikan pendampingan, terutama di bidang pemasaran, legalitas produk, dan pengelolaan koperasi. Dengan begitu, usaha pesantren bisa berkembang lebih baik dan memberi manfaat yang lebih luas bagi santri maupun masyarakat," kata Gus Yasin.

Selain memproduksi minuman, Pondok Pesantren Al Jauhar juga memberdayakan wali santri melalui usaha pembuatan kerupuk berbahan ikan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi pesantren bagi lingkungan sekitarnya.

Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Al Jauhar menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila didukung dengan tata kelola usaha yang baik. Ia menegaskan, OPOP Jawa Timur akan terus mendampingi pesantren melalui penguatan koperasi, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan strategi pemasaran agar usaha yang dirintis mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi umat. Karena itu, pendampingan akan terus dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Gus Ghofirin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Pengembangan usaha di Pondok Pesantren Al Jauhar menjadi salah satu contoh bagaimana lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya berperan dalam membentuk karakter dan akhlak santri, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan sumber daya yang dimiliki. Melalui pendekatan tersebut, pesantren diharapkan mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....