Surabaya Printing Expo Dorong UKM Adopsi Teknologi Percetakan Digital

  • 03 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Surabaya Printing Expo 2026 resmi digelar dengan menghadirkan 153 peserta yang menampilkan beragam inovasi teknologi percetakan, terutama di bidang digital printing dan industrial printing. Pameran ini mencatat sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 150 peserta.

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, Jumat 3 Juli 2026 mengatakan pameran tahun ini lebih menitikberatkan pada teknologi percetakan industri dibandingkan percetakan konvensional. Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri kreatif.

"Tahun ini ada 153 peserta yang mengetengahkan teknologi cetak-mencetak digital printing. Sebenarnya printing itu sangat luas sekali, tetapi yang ditampilkan di pameran ini lebih banyak industrial printing technology, termasuk packaging decoration, promotional items, hingga percetakan untuk industri tekstil dan kaos," ujar Daud.

Ia menambahkan, teknologi yang dipamerkan tidak hanya berkaitan dengan tinta dan mesin cetak digital, tetapi juga mencakup teknologi ukir dan berbagai solusi produksi untuk kebutuhan industri kreatif. Sementara itu, percetakan berbasis kertas tetap ditampilkan, meski porsinya lebih sedikit dibandingkan teknologi digital.

Daud mengungkapkan, dari total peserta terdapat 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut ambil bagian. Ke depan, Krista Exhibitions bersama Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Timur berencana menggelar workshop dan pelatihan guna meningkatkan kemampuan pelaku UMKM, UKM, dan IKM dalam memanfaatkan teknologi percetakan.

"Industri kreatif sangat memerlukan bantuan teknologi karena teknologi akan cepat meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk. Ke depan mungkin kita bersama PPGI Jawa Timur bisa mengadakan workshop dan pelatihan untuk UMKM, UKM, maupun IKM," katanya.

Menurut Daud, Surabaya Printing Expo juga berhasil menarik perhatian pelaku industri dari berbagai daerah di Indonesia. Pengunjung tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga datang dari Aceh, Sumatera, Kalimantan Timur, Manado, hingga Makassar untuk melihat perkembangan teknologi percetakan yang dipamerkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo, menilai penyelenggaraan Surabaya Printing Expo menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki daya tarik besar sebagai pusat pengembangan industri manufaktur dan ekonomi kreatif.

"Hal ini menunjukkan ternyata Jawa Timur ini magnet luar biasa. Kegiatan seperti ini memberikan ruang kolaborasi dan inovasi bagi industri percetakan maupun sektor usaha lainnya. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan yang sangat dinamis, kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan bersama," ujar Haryo.

Haryo menjelaskan, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur saat ini mendampingi sekitar 4.586.000 UMKM yang 99 persen di antaranya merupakan usaha mikro dan ultra mikro. Karena itu, pelaku UMKM memerlukan dukungan teknologi digital, inovasi kemasan, promosi, serta perluasan jaringan pemasaran agar mampu meningkatkan daya saing.

"Harapannya, Surabaya Printing Expo dapat menjadi wadah yang mempertemukan UMKM dengan industri besar sehingga tercipta kolaborasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....