Sejumlah Pedagang di Pasar Soponyono Rungkut Surabaya Keluhkan Sepi Pembeli

  • 28 Jun 2026 13:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Sejumlah pedagang pasar di Surabaya mengeluhkan sepi pembeli saat momen libur sekolah akhir tahun ajaran 2025/2026 hingga penurunan pembeli mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan dengan hari biasa. Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Soponyono Surabaya, Umi saat diwawancara RRI Minggu 28 Juni 2026.

Umi mengatakan sepinya pengunjung sudah terjadi pekan ketiga bulan Juni lalu. Ia menilai penurunan intensitas pembeli disebabkan oleh faktor libur sekolah, dan banyak masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur bersama keluarga.

"Minggu lalu malah sepi banget, hampir tidak ada pembeli sama sekali, penurunan pengunjung aja mungkin tidak sampai setengah dari hari biasa," ujarnya.

Meski kondisi pengunjung pasar dalam waktu seminggu terakhir tergolong sepi, ia memaparkan kondisi harga bahan pokok tetap stabil. Kenaikan yang terjadi hanya di beberapa komoditas seperti sayur-sayuran, bawang putih dan beberapa jenis rempah seperti ketumbar dan lada.

"Jadi sepinya itu perkiraan saya sih gara-gara libur sekolah itu. Kalau untuk harga stabil sih, tidak banyak yang naik," ungkapnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya harga kangkung dari harga Rp. 8000 menjadi Rp. 12.000 per ikat. Kemudian bawang putih dari harga Rp. 34.000 menjadi Rp. 36.000 per kilo. Selain itu beberapa rempah-rempah seperti ketumbar, kemiri dan sebagainya mengalami kenaikan rata-rata Rp. 5000 per seratus gram.

Sementara salah satu pedagang ayam, Yanti mengaku harga ayam cenderung turun dari Rp. 52.000 menjadi Rp. 48.000 perkilo, dengan berhentinya pelaksanaan MBG selama libur sekolah tetap membuat omzet penjualannya cukup menurun. "Harganya turun sekarang ini, paling ya terasa menurun pendapatan saya ini gara-gara MBG berhenti pas libur sekolah aja sih, lumayan berkurang banyak orderan ini," ungkap Yanti.

Harapannya di saat kondisi libur sekolah seperti saat ini, pedagang pasar menginginkan adanya bantuan dari pemerintah untuk menjalin jalur distribusi penjualan yang efektif agar omzet penghasilan para pedagang masih terjamin.

"Maksud saya ini tidak apa-apa sepi, tapi kalau seminggu terakhir ini cukup terasa, ya salah satunya pengaruh dari off sementaranya MBG ini, ya semoga bisa membaik lah dalam waktu dekat," ucapnya.

Sementara beberapa komoditas yang masih cukup stabil hingga akhir periode bulan Juni 2026 diantaranya cabai merah besar Rp 32.000 per kg, cabai rawit merah Rp 43.000 per kg, bawang merah Rp 38.000 per kg, telur ayam Rp 24.000 per kg, minyak goreng Rp. 16.000 sampai Rp.18.000 per liter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....