Pengembangan Jaringan Resseler, Strategi UMKM Naik Kelas Kuasai Pasar

  • 15 Jun 2026 20:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Memperluas jaringan usaha menjadi salah satu kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam dialog program Beranda Asta Cita Rumah UMKM, Senin, 15 Juni 2026, pelaku UMKM Sambel Koe, Jusiana Haryanto mengatakan banyak pelaku UMKM masih menghadapi persoalan klasik berupa keterbatasan akses pasar, promosi yang belum optimal, hingga minimnya jejaring bisnis yang dapat mendukung pertumbuhan usaha. Kondisi tersebut membuat banyak produk berkualitas sulit berkembang meski memiliki potensi besar.

"Produk yang bagus saja tidak cukup. UMKM harus aktif membangun relasi dan jaringan agar produknya dikenal lebih banyak orang. Ketika jaringan semakin luas, peluang usaha juga akan semakin besar," ujarnya.

Jusiana mengatakan membangun jaringan menjadi langkah penting agar usaha tidak hanya bergantung pada penjualan langsung. Menurutnya, pelaku UMKM harus berani menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, pelaku usaha lain, hingga jaringan pemasaran yang lebih luas.

Ia mencontohkan keberhasilan Sambel Koe dalam memperluas pasar melalui sistem reseller. Metode tersebut dinilai efektif karena memungkinkan produk dipasarkan oleh banyak mitra tanpa harus membuka cabang atau menambah biaya operasional yang besar.

"Kami mengembangkan sistem reseller karena lebih fleksibel dan saling menguntungkan. Mitra bisa mendapatkan tambahan penghasilan, sementara produk kami bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional," katanya.

Menurutnya, reseller tidak hanya berperan sebagai penjual, tetapi juga menjadi ujung tombak promosi produk di berbagai daerah. Dengan pola tersebut, Sambel Koe mampu menjangkau konsumen di luar Jawa Timur hingga sejumlah kota besar di Indonesia.

"Reseller akan percaya jika kualitas produk terjaga. Karena itu kami selalu memastikan rasa, kemasan, dan pelayanan tetap konsisten sehingga mitra merasa nyaman untuk terus bekerja sama," tambahnya.

Sementara itu, Ketua UMKM Tenggilis Mejoyo, Pinto Yuliwati, menilai bahwa salah satu tantangan terbesar UMKM saat ini adalah mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih berorientasi pada pasar lokal. Menurutnya, keberhasilan membangun jaringan membutuhkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk, pelayanan yang baik, serta komunikasi yang intensif dengan para mitra.

"Banyak UMKM sebenarnya memiliki produk yang layak bersaing. Namun mereka masih kurang percaya diri untuk masuk ke pasar yang lebih besar. Padahal saat ini peluang terbuka lebar melalui platform digital dan kolaborasi antar pelaku usaha," ujarnya.

Pinto juga menekankan pentingnya pendampingan dan penguatan komunitas UMKM agar para pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman serta membuka akses pasar baru. Menurutnya, pelaku UMKM harus mulai memanfaatkan teknologi digital dan jejaring komunitas untuk memperluas peluang bisnis.

"Ketika UMKM bergabung dalam komunitas, mereka tidak berjalan sendiri. Ada kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, bahkan membuka jaringan distribusi yang lebih luas, kemampuan membangun jaringan pemasaran, kemitraan, dan distribusi yang berkelanjutan," jelasnya.

Melalui pengembangan sistem reseller, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dalam komunitas, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha rakyat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....