Produk Pesantren Binaan OPOP Jatim Ramaikan Pameran Seni Islami di Kediri

  • 22 Jun 2026 15:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Kediri, – Produk unggulan pesantren binaan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur turut meramaikan Pameran dan Pagelaran Seni Islami yang digelar komunitas Gusdurian di halaman Masjid Agung Pare, Kabupaten Kediri, pada 17–20 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan bazar produk UMKM dan pesantren, pertunjukan seni Islami, perlombaan, serta diskusi kebangsaan.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, komunitas, santri, dan masyarakat sekaligus sarana promosi produk lokal. Dalam pameran itu, sejumlah pesantren binaan OPOP Jatim menampilkan produk unggulan mereka.

Pondok Pesantren Istihlalul Faroj menghadirkan aneka roti dan sambal, sedangkan Pondok Pesantren Al Muwazanah memperkenalkan produk fesyen hasil karya santri. Pengurus Pondok Pesantren Istihlalul Faroj, Gus Ahmad Mustawi, menilai keikutsertaan dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk pesantren.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada OPOP Jatim yang telah memberikan kesempatan kepada produk pesantren kami untuk tampil dalam pameran ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan produk pesantren kepada masyarakat yang lebih luas," kata Ahmad Mustawi.

Menurutnya, kegiatan promosi yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pesantren. Ia berharap dukungan dan pendampingan terhadap pelaku usaha pesantren terus diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing produk.

"Kami berharap produk-produk OPOP semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional. Dengan kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis produk pesantren dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, mengatakan partisipasi pesantren dalam berbagai pameran merupakan langkah penting untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas jaringan pemasaran. "Semakin sering produk pesantren hadir di tengah masyarakat, semakin besar peluang untuk memperluas pasar dan memperkuat ekosistem ekonomi pesantren. Kami berharap keikutsertaan ini menjadi motivasi bagi pesantren lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya," kata Ghofirin, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Juni 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....