BI Jatim Dorong Kopi dan Rempah Jawa Kuasai Pasar Global

  • 18 Jul 2026 09:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur resmi membuka Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 di Balai Pemuda Surabaya. Festival yang berlangsung pada 17-19 Juli 2026 itu menjadi upaya memperkuat daya saing kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah Jawa agar mampu menembus pasar global.

Deputi Kepala KPw BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, mengatakan penyelenggaraan JCFF yang memasuki tahun kelima digelar karena potensi komoditas perkebunan di Pulau Jawa sangat besar. Produksi rempah di Pulau Jawa mencapai sekitar 789 ribu ton per tahun, sedangkan produksi kopi Jawa Timur sekitar 53 ribu ton, lebih tinggi dibanding Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing sekitar 25 ribu ton.

Menurut Rifki, komoditas tersebut memiliki potensi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. Karena itu, JCFF tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga wadah memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM.

Deputi Kepala KPw BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal (Foto: RRI/ Ermina)

Pada penyelenggaraan tahun ini, JCFF menghadirkan sekitar 50 UMKM binaan Bank Indonesia bersama berbagai mitra dari seluruh Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Sebagian di antaranya telah berhasil menembus pasar ekspor ke sejumlah negara, seperti Jerman dan Malaysia.

Selain itu, Bank Indonesia menargetkan penyelenggaraan JCFF 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya yang berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp107 miliar selama tiga hari pelaksanaan. "Tahun ini mudah-mudahan bisa melewati jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya," ujar Rifki.

Optimisme tersebut didukung berbagai agenda business matching dan business coaching yang berlangsung selama festival. BI juga mempertemukan pelaku usaha dengan calon investor dan pembeli dari dalam maupun luar negeri, termasuk calon pembeli dari Nigeria dan China yang tertarik pada produk kopi asal Pulau Jawa.

Di Jawa Timur, BI saat ini membina 376 UMKM di sektor ketahanan pangan dan produk berorientasi ekspor." Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pembibitan, produksi, pengemasan hingga mempertemukan pelaku usaha dengan mitra bisnis internasional." ujarnya.

Rifki menambahkan, implementasi Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara juga diharapkan mempermudah transaksi ekspor-impor menggunakan mata uang lokal sehingga perdagangan internasional menjadi lebih efisien. Selama tiga hari pelaksanaan, JCFF 2026 juga menghadirkan talkshow, workshop, bazar, serta berbagai kompetisi bertema kopi dan rempah-rempah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....