Strategi UMKM Digital antara Influencer Gimmick
- 11 Jun 2026 15:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Didalam kajiannya di RRI Surabaya, tentang Dialog Ekonomi dengan topik "Strategi UMKM Digital Antara Influencer Gimmick diuraikan oleh Ali Imaduddin Futuwwah, S.Sos, M.SM, CMA, Kepala Humas dan Promosi FEB, Dosen Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kalau kita memiliki usaha kecil dan pernah bingung 'lebih baik bayar influencer atau tunggu ulasan pelanggan'? pertanyaan ini ternyata bukan cuma soal anggaran saja.
Kita tidak bisa memungkiri ujarnya, influencer marketing di media sosial ini menarik secara visual dan berpeluang viral serta jangkauannya luas. Satu keunggulan dari seorang kreator dengan ratusan ribu pengikutnya bisa membuat produk UMKM tiba-tiba dikenal banyak orang dalam semalam.
Hal ini disebut dengan jangkauan instans,sesuatu yang butuh waktu berathun-tahun untuk dibangun secara organik. Data dari We Are Social tahun 2024 menunjukkan lebih dari 60 % konsumen Indonesia pernah membeli produk karena melihatnya dari konten kreator di media sosial. Angka ini besar, dan wajar kalau banyak pemilik UMKM.
Ada masalah yang jarang dibahas, ujarnya dalam dialognya. Beberapa praktik influencer marketing yang saat ini berjalan, lebih dekat ke gimmick saja daripada ke pemasaran yang sesungguhnya atau kurang mengenalkan produk value yang diendordse. Apa itu gimmick.? Bayangkan ini, seorang influencer memposting produk dengan caption yang terkesan spontan dan personal, padahal semuanya sudah dibayar, sudah di script, dan produknya bahkan tidak pernah benar-benar di pakai.
Konsumen sekarang makin pintar. Bisa membedakan mana konten yang tulus dan mana yang terasa dibuat-buat. Istilah yang beredar dikalangan anak mud digital. "Ini sih pakai promoite melulu, ini semua settingan". Yang diingat settingannya tetapi tidak membangun kesan yang positif terhadap produknya.
Influencer marketing cocok untuk, produk baru yang belum dikenal siapapun, UMKM yang butuh jangkauan cepat ke segmen spesifik, promosi event atau peluncuran yang terbatas. Pilih influencer yang tepat, paling relevan dengan produk yang akan di promosikan. Gimmick juga bisa dilakukan, tetapi tidak terlalu berlebihan ungkapnya. Dan yang penting tidak memanipulasi dan membohongi konsumen, review dengan jujur, jika kita terlihat berbohong dan berlebihan maka efeknya ke produk value juga.
Menjelang akhir dialognya, Ali, menitipkan pesan untuk pelaku UMKM. UMKM tidak perlu berkompetisi dengan anggaran besar. Yang perlu dibngun adalah kepercayaan yang konsisten promosi, layanan dan produk.
Influencer bisa membawa orang datang dan popularitas produk. tapi review jujur yang membuat mereka kembali dan membawa temannya atau orang lain untuk ikut. Jangan korbankan kualitas produk dan pengalaman pelanggan hanya demi tampilan viral sesaat. Satu pelanggan yang puas dan menulis ulasan jujur, nilainya bisa melebihi sepuluh konten berbayar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....