Dari Dapur Rumah, “Glodak” Surabaya Tembus Pusat Oleh-Oleh
- 02 Nov 2025 12:16 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Dari dapur rumah sederhana, Yuli Hestiningsih sukses membawa produk kuliner “Glodak” menembus etalase pusat oleh-oleh ternama di Surabaya. Perjalanan itu tak instan dimulai sejak 2014 dan baru menemukan arah setelah ia mendapat pendampingan UMKM dari Bulog dua tahun kemudian.
“Dari asesmen, pembuatan izin, sampai label produk dibantu gratis. Dari situ saya serius menekuni usaha,” kata Yuli kepada RRI, Sabtu (1/11/2025).
Kini “Glodak” dikenal lewat bumbu pecel empat level rasa ori, sedang, pedas, dan ekstra pedas serta aneka minuman herbal seperti sinom, temulawak, dan jahe merah. Ada juga serundeng kelapa dan ikan yang jadi andalan. Nama “Glodak” dipilih karena unik dan mudah diingat, mewakili identitas produk lokal Surabaya.
Dalam sehari-hari, Yuli menerapkan sistem produksi terjadwal. “Hari ini bikin bumbu pecel, besok minuman herbal, lusa serundeng,” ujarnya.
Saat pesanan meningkat, terutama dari instansi yang memesan goodie bag, Yuli melibatkan tetangga sekitar. Kini ia dibantu dua karyawan tetap dan memproduksi rutin dua kali seminggu.
Produk “Glodak” sudah berizin PIRT, bersertifikat halal, dan lolos uji nutrisi. Konsumen bisa menemukannya di Siola, Merr, Lapis Tugu, hingga Jogja Pasaraya. Harga pun terjangkau: bumbu pecel 200 gram Rp25 ribu, minuman herbal Rp8 ribu, dan serundeng ikan Rp25 ribu per 100 gram.
Meski produksi lancar, Yuli mengaku pemasaran masih jadi tantangan utama. “Saya ingin orang tahu sambal pecel saya tanpa campuran apa pun. Rasanya harus autentik khas Surabaya,” tegasnya.
Ke depan, ia bermimpi membuka kedai kuliner Glodak, tempat pecinta pecel bisa menikmati nasi pecel, minuman herbal, hingga semanggi dalam satu atap. “Saya ingin cita rasa khas Jawa Timur makin dikenal luas,” katanya penuh harap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....