Kemdiktisaintek Melalui STIESIA Dukung Inovasi UMKM Batik Lokal

  • 09 Okt 2025 17:50 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: UMKM Batik Kreasi Nila menjadi potret ketahanan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha menjadi kunci pengembangan dan keberlanjutan. Dosen Fakultas Manajemen, STIESIA Surabaya, Juwita Sari, S.M., M.SM., mengatakan dalam pelaksanaan program hibah pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 skema kemitraan UMKM, Langkah awal dimulai melalui survei pendahuluan. Kegiatan ini bertujuan memetakan kebutuhan mitra dan potensi pengembangan usaha batik.

Pelatihan pertama bertema penguatan identitas merek dan storytelling. Peserta diajak menggali nilai budaya batik agar memiliki citra kuat di pasar lokal dan global. Sebelum pelatihan dimulai, dilakukan koordinasi untuk memastikan kegiatan berjalan efektif. Sesi bordir kreatif menjadi pembuka kegiatan teknis dan mendukung lahirnya produk turunan batik.

“Selanjutnya alat produksi diserahkan kepada mitra. Dukungan Kemdiktisaintek melalui STIESIA ini menjadi bukti nyata peningkatan kapasitas dan kualitas produksi Batik Kreasi Nila,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Pelatihan berikutnya berfokus pada desain produk inovatif. Peserta didampingi secara intens untuk menghasilkan karya estetik dan berdaya saing tinggi. “Untuk memperluas jangkauan produk, peserta juga dilatih menjahit tas berbahan batik. Proses hilirisasi ini membuka peluang baru dalam pemasaran produk lokal,” ucapnya.

Digitalisasi menjadi kunci keberlanjutan bagi UMKM batik tersebut. Peserta belajar strategi pemasaran daring agar produk lokal mampu menembus pasar global. Pemilik Batik Kreasi Nila, Dyah Retno Nilawati, menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek dan STIESIA Surabaya. Ia berterima kasih atas bantuan mesin jahit dan mesin bordir yang memperluas pengembangan produk.

“Program hibah pengabdian masyarakat 2025 ini dinilai memberi manfaat besar bagi pelaku UMKM,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan kemitraan seperti ini dapat terus berlanjut di masa depan. Dengan demikian, semakin banyak perempuan dapat mengangkat potensi budaya dan ekonomi berkelanjutan. “Dari survei hingga digitalisasi, perjalanan Batik Kreasi Nila bukan sekadar pelatihan. Ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian usaha dan pelestarian budaya bangsa,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....