Dari Suka Membuatkan Keluarga Dimsum, Jadi Peluang Usaha
- 24 Agt 2025 13:00 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Obrolan UMKM Pro 4 RRI Surabaya menghadirkan narasumber Mita Khusnul Desiana pemilik usaha kuliner Dimsum Alimoi.
Nama usaha ini diambil dari nama anaknya. Dan inspirasi membuka usaha ini awalnya dari kesukaan keluarga mengkonsumsi makanan dimsum. Hal ini membuat Mita ingin membuat sendiri untuk dikonsumsi keluarganya. Karena keluarganya responnya positif dan mengaku buatan Mita lebih enak dari dimsum kebanyakan, akhirnya memotivasi Mita untuk mengenalkan kepada masyarakat dimsum buatan Mita. Dari suka membuatkan keluarga dimsum, jadi peluang usaha Mita. Usaha ini tergolong masih baru, dimulai dari bulan Juni awal tahun 2025.
“Awalnya coba jualan online PO. Ternyata responnya antusias. Dari yang awalnya bikin sedikit, sekarang sudah sampai 10 kg ayam.” kata Mita.
Karena makin banyak yang beli membuat Mita semangat untuk mengembangkan usahanya. Pertama kali Mita menyediakan dimsum kukus dan mentai saja. Lalu karena banyak permintaab dimsum goreng yang lagi viral, akhirnya Mita membuat menu dimsum goreng. Dan ditambahkan menu dimsum lumer. Dimsum lumer itu sama dengan dimsum kukus kebanyakan, hanya bedanya ada isian keju yang lumer saat digigit.
Ciri khas dari Dimsum Alimoi ini terletak pada tekstur dimsumnya yang bertektur ayam. Dan komposisinya menggunakan sedikit tepung. Jadi cita rasa darui dimsum ini lebih gurih, tanpa MSG,kenyal dan enak. Dimsum Alimoi ayamnya lebih banyak bisanya produk lainnya komposisi tepung dengan ayamnya 1:1. Sedangkan Mita menakarnya dengan sendok. Jadi rasa dagingnya lebih kuat.
Dimsum Alimoi dijual dengan harga mulai Rp. 15.000 sampai Rp.55.000 jika dibeli secara offline. Untuk saat ini sudah menyediakan menu dimsumnya bukan hanya melalui PO, namun sudah siap beli. Melalui WA, shopeefood, Gofood dan Grabfood. Jika lewat WA 087856403881. Pick up point produk Mita ada di alamat Perumahan Kemiri Indah, Blok A 1 No. 14 Sidoarjo.
Cara Mita mempromosikan melalui WA dan screenshot review dari pembeli lalu diposting. Pembeli biasanya tanpa diminta sudah langsung kirim review positifnya. Lalu diposting Mita di sosial medianya. Hal itu bisa semakin meyakinkan konsumen tentang produk buatan Mita.
Diakhir siaran Mita memberikan pesan untuk pendengar yang ingin membangun usaha. “Yang lagi merintis, jangan capek untuk posting di sosial media. Optimis jualan, dan cepat viral dari soasial media,. jangan marah kalau ada kritik. Karena itu b isa membangun kita untuk menjadi lebih baik. Kita emang capek, tapi ketika dapat review positif capejnya hilang.” Kata Mita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....