Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur Resmi Beroperasi
- 08 Mei 2026 20:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di Jemundo Puspa Agro resmi beroperasi. Memanfaatkan lahan seluas 5 hektar ini, menjadi instalasi terpadu pertama di Indonesia.
Peresmian secara langsung oleh Kepala Balai Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Jumat 8 Mei 2026. Turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga Sekdaprov Jatim Adhy Karyono.
Karding menyampaikan, Badan Karantina Indonesia mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Kemudian Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Selain itu, jjuga mencakup pengawasan keamanan dan mutu pangan, pakan, produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasif. Serta perlindungan tumbuhan dan satwa liar maupun langka.
“Kami memiliki Tugas pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan, pakan, produk rekayasa genetik (PRG), sumber daya genetik (SDG), agensia hayati, jenis asing invasif (JAI), tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka,” terangnya.
Karding turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan lahan seluas 5 hektar. Sehingga dapat mengintegrasikan seluruh proses karantina dalam satu kawasan.
"Kami berterima kasih kepada ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga barang yang di uji dan di karantina bisa dengan mudah efektif efisien tidak berbelit dan dwelling time,” jelasnya.
Dirut PT Jatim Grha Utama, Mirza Muttaqien menegaskan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur menjadi bagian dari pengembangan kawasan terintegrasi Jatim Hub yaitu Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway. Jatim Hub mengintegrasikan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dalam satu ekosistem terpadu.
“Keterpaduannya ini bukan hanya terpadu dari sisi hewan, ikan, dan tumbuhan. Namun, pada kawasan ini dilengkapi dengan laboratorium, segala macam tindakan-tindakan kekarantinaan, dilengkapi juga dengan gudang, cold storage, dan segala macam fasilitas yang lain,” tegasnya.
Dengan seluruh fasilitas perdagangan ada dalam satu kawasan maka pelaku usaha akan sangat dimudahkan. Terlebih juga dilengkapi dengan pasar, sehingga proses end-to-end-nya betul-betul terjadi.
“Balai Karantina juga akan mengajak Bea Cukai secara bersama-sama untuk melakukan joint inspection pada setiap barang impor maupun ekspor yang diperlukan, sehingga prosesnya juga menjadi lebih singkat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan ekspor sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur. Antara lain, komoditas Frozen Yellowfin Tuna seberat 19.906,46 kilogram milik Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al-Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning dengan tujuan Amerika Serikat.
Selain itu, dilakukan pula pelepasan komoditas bahan baku pakan ternak milik PT Charoen Pokphand Indonesia sebanyak 20.250 kilogram dengan tujuan Timor Leste. Serta pengeluaran benih timun milik PT BISI Tbk seberat 17,88 kilogram dari Jawa Timur menuju Lombok Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....