DPRD Jatim Minta Lindungi Populasi Sapi Tekan Harga Daging

  • 21 Jul 2026 17:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kenaikan harga daging sapi di sejumlah daerah, termasuk Pasar Baru Porong, Sidoarjo, mendapat perhatian dari Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk. Lonjakan harga tersebut dinilai tidak hanya dipengaruhi faktor distribusi, tetapi juga akibat berkurangnya populasi sapi.

Sejumlah pedagang di Pasar Baru Porong mengeluhkan harga daging sapi yang terus meningkat dalam dua pekan hingga satu bulan terakhir. Kondisi itu membuat aktivitas jual beli menurun sehingga sebagian pedagang memilih mengurangi stok karena khawatir tidak terserap pasar.

Kenaikan harga daging sapi tersebut dinilai cukup berbeda dengan kondisi pasca-Iduladha yang biasanya terjadi penurunan harga akibat pasokan meningkat. Khusnul menyebut informasi dari peternak menunjukkan harga sapi bakalan maupun anak sapi (pedet) saat ini sudah tinggi dan jumlahnya terbatas.

“Dari hasil komunikasi dengan beberapa peternak, mereka memprediksi kenaikan harga ini akan bertahan cukup lama. Anak sapi atau pedet sekarang jumlahnya sangat terbatas dan harganya sudah mahal,” ujar Khusnul, Selasa 21 Juli 2026.

Khusnul mengatakan perlu dilakukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama menurunnya populasi sapi di Jawa Timur. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan apakah persoalan tersebut disebabkan tingginya permintaan, berkurangnya populasi ternak, atau faktor lainnya.

“Kita memang masih perlu data yang lebih komprehensif. Tetapi fakta di lapangan yang disampaikan para peternak menunjukkan harga sapi di tingkat peternak memang sudah tinggi,” katanya.

Khusnul meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk menjaga populasi sapi agar ketersediaan pasokan tetap aman dan harga daging lebih stabil. Salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah penegakan aturan larangan pemotongan sapi betina produktif.

“Perda terkait larangan pemotongan sapi betina produktif harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai sapi yang masih produktif justru dipotong karena itu akan mengurangi populasi ternak dalam jangka panjang,” tegasnya.

Selain penegakan aturan, Khusnul juga mendorong pemberian insentif kepada peternak yang mempertahankan sapi betina bunting agar populasi ternak meningkat. Ia berharap langkah tersebut segera dilakukan sehingga harga daging sapi tidak terus melonjak dan tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....