OJK Jatim Beberkan Kinerja Sektor Jasa Keuangan Regional Tetap Solid

  • 17 Sep 2026 12:23 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • OJK Jawa Timur mencatat kinerja intermediasi perbankan Juli 2026 tumbuh solid. Penghimpunan DPK naik 5,06% yoy mencapai Rp857,64 triliun dan penyaluran kredit tumbuh 4,37% yoy menjadi Rp641,07 triliun dengan NPL terjaga
  • Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jatim mencapai Rp69,76 triliun dan meraih peringkat ke-2 nasional. Kredit UMKM juga terjaga di angka Rp235,16 triliun, didominasi sektor perdagangan besar dan eceran
  • Pasar modal Jatim tembus 3,37 juta investor, sementara dana SCF terhimpun Rp69,83 miliar. Indeks literasi keuangan masyarakat Jawa Timur berhasil mencapai 72,07%, melampaui rata-rata nasional

RRI. CO. ID, Surabaya — Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Jawa Timur pada periode Juli 2026 tercatat tetap tumbuh positif. Plt. Kepala OJK Prov Jatim Horas V. M. Tarihoran menyampaikan intermediasi perbankan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Ia menyebutkan bahwa penghimpunan Dana Pihak Ketiga perbankan di Jawa Timur mencapai angka sebesar Rp857,64 triliun.

"Pencapaian penghimpunan dana masyarakat tersebut mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,06 persen secara tahunan atau year-on-year," ujarnya.

Sementara itu penyaluran kredit perbankan regional tercatat mencapai nilai nominal sebesar Rp641,07 triliun pada periode Juli 2026. Pertumbuhan kredit perbankan tersebut tercatat meningkat sebesar 4,37 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

"Kondisi permodalan perbankan dinilai sangat kuat dengan rasio CAR terjaga kokoh pada level sebesar 31,16 persen," katanya.

Risiko kredit perbankan di Jawa Timur juga tetap terkendali dengan rasio NPL gross sebesar 3,78 persen. Penyaluran kredit sektor perbankan regional masih didominasi sektor Rumah Tangga dengan pangsa mencapai sebesar 30,15 persen.

Penyaluran kredit terbanyak berikutnya menyasar sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang mencatatkan kontribusi sebesar 24,57 persen. Untuk outstanding kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Jawa Timur tercatat mencapai nominal sebesar Rp235,16 triliun.

"Kredit UMKM regional tersebut didukung dengan tingkat risiko kredit yang cukup terjaga pada angka 5,43 persen," ujarnya.

Horas mengungkapkan outstanding Kredit Usaha Rakyat di Jawa Timur berhasil mencapai nominal angka sebesar Rp69,76 triliun. Capaian nilai penyaluran KUR regional tersebut berhasil menduduki peringkat kedua tertinggi secara nasional di bawah Jawa Tengah.

Jumlah akumulasi dana yang terhimpun melalui Securities Crowdfunding di Jawa Timur terus mengalami kenaikan hingga Rp69,83 miliar. Pasar modal Jawa Timur juga mencatatkan pertumbuhan signifikan jumlah Single Investor Identification hingga mencapai 3.379.484 investor.

Pendapatan premi sektor industri perasuransian di Jawa Timur tercatat mencapai nilai total sebesar Rp10.315 miliar. Kinerja sektor pembiayaan melalui layanan pendanaan berbasis teknologi informasi berhasil tumbuh sebesar 15,36 persen year-on-year.

Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan Jawa Timur berhasil mencapai angka tinggi sebesar 72,07 persen. "Indeks literasi keuangan masyarakat di Jawa Timur ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan angka rata-rata nasional," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....