OJK: Perbankan Blokir 38.375 Rekening Terkait Judi Online
- 08 Sep 2026 08:35 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- OJK minta bank blokir 38.375 rekening judi daring, naik dari 36.735 rekening. Bank juga diminta tutup rekening yang NIK-nya sama dengan pelaku judi.
- Kredit tumbuh 13,58% jadi Rp9.135 triliun. Kredit investasi paling tinggi 25,13% dan kredit korporasi 22,10%. Kredit UMKM juga naik jadi 1,62%.
- Tabungan nasabah (DPK) naik 11,21% jadi Rp10.336 triliun. Kredit macet NPL cuma 2,10%, modal bank kuat CAR 23,84%. OJK juga cabut izin 1 BPR di Bekasi per 19 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada sosial dan ekonomi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan OJK telah meminta perbankan melakukan Enhance Due Diligence (EDD) dan pemblokiran rekening.
"OJK telah meminta perbankan untuk melakukan EDD dan pemblokiran atas 38.375 rekening yang terindikasi judi daring," ujar Dian dalam konferensi pers Hasil RDKB OJK Agustus 2026 di Jakarta.
Jumlah rekening yang diblokir tersebut meningkat dari sebelumnya 36.735 rekening, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital. OJK juga meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dari pihak terindikasi judi daring.
Dalam penegakan ketentuan, OJK juga telah mencabut izin usaha PT BPR Citra Bersada Abadi yang beralamat di Komplek Pertokoan Pasar Pagi Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat, terhitung sejak 19 Agustus 2026. Setelah penindakan tersebut, Dian memastikan kinerja intermediasi perbankan justru terus meningkat semakin solid. Pertumbuhan kredit pada Juli 2026 naik 13,58% yoy dari sebelumnya 12,67% yoy pada Juni 2026, sehingga total penyaluran kredit menjadi Rp9.135 triliun.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi 25,13% yoy, diikuti Kredit Modal Kerja 11,04% yoy dan Kredit Konsumsi 5,38% yoy. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi 22,10% yoy, sementara kredit UMKM melanjutkan tren positif tumbuh 1,62% yoy dari sebelumnya 1,05% yoy.
"Dari kepemilikan bank, bank BUMN tumbuh tertinggi 16,95% yoy.'' ujarnya.
Dian menambahkan, untuk kredit paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL), total utang nasabah di catatan SLIK per Juli 2026 sebesar Rp31,56 triliun. Jumlah ini hanya 0,35% dari total kredit bank, tapi tumbuhnya kencang 31,22% dibanding tahun lalu. Jumlah rekening paylater juga banyak, mencapai 33,50 juta rekening.
Di sisi simpanan nasabah, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 11,21% menjadi Rp10.336 triliun. Paling banyak naik di deposito 13,13%, lalu giro 11,81% dan tabungan 8,37%. Kondisi keuangan bank juga aman. Cadangan likuiditas AL/NCD 102,45% dan AL/DPK 23,10%, masih jauh di atas batas aman 50% dan 10%. LCR juga tinggi di 187,5%.
Kredit macet juga rendah, NPL gross cuma 2,10% dan NPL net 0,81%. Kredit berisiko (LaR) 8,39% dan keuntungan bank ROA 2,45%. "Modal bank juga kuat dengan CAR 23,84%." ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....