Investor Asing Lanjutkan Net Buy Rp. 1,19 Triliun pada Agustus 2026
- 08 Sep 2026 08:00 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Saham naik, asing masih beli. IHSG di 6.525,48 naik 4,64% di Agustus. Investor asing net buy Rp1,19 triliun. Transaksi harian naik jadi Rp15,86 triliun.
- Obligasi dan reksa dana tetap kuat. ICBI naik 2,23% ke 440,04, SBN diborong asing Rp15,35 triliun. Dana kelolaan reksa dana Rp652,88 triliun, ada 7 ETF Emas baru Rp90,39 miliar.
- Investor pasar modal makin banyak. Total 31,14 juta investor, tambah 1,07 juta dalam sebulan. Perusahaan berhasil kumpulkan dana Rp128,80 triliun. OJK tetap tegas beri sanksi denda Rp104,63 miliar.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pasar saham domestik menguat signifikan sepanjang Agustus 2026. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat IHSG ditutup di level 6.525,48 atau naik 4,64% secara bulanan (mtm), meski masih terkoreksi 24,53% secara tahunan (ytd).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan resiliensi pasar tetap terjaga. "Resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap manageable di tengah pemulihan pasar berkelanjutan," kata Hasan dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan, Senin, 7 September 2026 di Jakarta.
Investor asing masih melanjutkan aksi beli bersih. Pada Agustus 2026 tercatat net buy Rp1,19 triliun, setelah Juli 2026 sebesar Rp1,62 triliun. Likuiditas juga membaik, bid-ask spread menyempit menjadi 1,17% dari sebelumnya 1,33%.
Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) naik menjadi Rp15,86 triliun dari Rp14,31 triliun pada Juli. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 440,04 atau naik 2,23% mtm dan terkoreksi tipis 0,18% ytd.
Yield Surat Berharga Negara (SBN) naik rata-rata 26,48 bps ditopang sentimen domestik yang membaik. Minat asing terhadap SBN tetap positif dengan net buy Rp15,35 triliun, naik signifikan dari Rp6,79 triliun pada Juli 2026. Sementara obligasi korporasi mencatat net sell tipis Rp0,07 triliun, membaik dari Rp0,26 triliun.
Di industri pengelolaan investasi, Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.013,03 triliun atau naik 0,03% mtm. Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat Rp652,88 triliun, naik 0,05% mtm.
"Namun investor Reksa Dana membukukan net redemption Rp8,50 triliun." katanya.
Untuk instrumen baru, ETF Emas yang diluncurkan 10 Agustus 2026 langsung mencatatkan 7 produk dari 7 Manajer Investasi dengan kelolaan Rp90,39 miliar. Hasan Fawzi menambahkan, jumlah investor terus tumbuh seiring penguatan ekosistem digital. "Inisiatif penguatan ekosistem digital terus mendorong pertumbuhan investor," ujarnya.
Hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal bertambah 1,07 juta menjadi 31,14 juta investor, tumbuh 52,90% secara ytd. Penghimpunan dana korporasi juga tetap kuat mencapai Rp128,80 triliun, terdiri dari 7 IPO, 12 PUT, 9 EBUS, dan 111 Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS.
Di pipeline, terdapat 24 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp48,31 triliun. Untuk Securities Crowdfunding (SCF), Agustus mencatat 16 Efek baru dan 3 penerbit baru dengan dana Rp29,97 miliar. Total dana SCF agregat telah mencapai Rp2,04 triliun.
Di pasar derivatif, sejak 10 Januari 2025 hingga Agustus 2026 terdapat 113 pihak yang memperoleh persetujuan prinsip OJK. Volume transaksi pada Agustus 55.000 lot, sehingga akumulasi Januari-Agustus mencapai 352.853 lot. Sementara di Bursa Karbon, sejak diluncurkan 26 September 2023, terdapat 159 pengguna jasa dengan volume 1,98 juta tCO2e senilai Rp93,90 miliar.
OJK juga memperkuat pengawasan. Sepanjang 2026 hingga 31 Agustus, OJK mengenakan denda Rp104,63 miliar kepada 113 pihak, ditambah 2 pencabutan izin, 1 pembatalan STTD, 6 pembekuan izin, 13 peringatan tertulis, dan 5 perintah tertulis. Untuk keterlambatan laporan, denda Rp257 miliar kepada 610 pihak dan 194 peringatan tertulis.
Selain itu denda Rp200 juta dan 164 peringatan untuk pelanggaran lainnya. Khusus Agustus, denda Rp10,15 miliar dan 4 peringatan tertulis terkait pelanggaran pasar modal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....