Pendidikan Keuangan Sejak Dini, Bantu Anak Bertanggung Jawab

  • 27 Okt 2025 02:59 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Banyak anak di Indonesia belum memahami konsep uang karena kurangnya pendidikan keuangan di rumah. Banyak orang tua masih beranggapan bahwa mengenalkan uang terlalu dini bisa membuat anak boros atau berbohong, sehingga mereka menahan anak dari interaksi finansial apa pun.

Pandangan ini disayangkan oleh Nico Talalu, konsultan keuangan asal Surabaya, yang menilai pemahaman uang sejak dini menjadi fondasi penting untuk membentuk pribadi yang bijak secara finansial di masa depan.

"Mengajarkan nilai uang, cara mengelola pengeluaran, menabung, dan membedakan antara keinginan serta kebutuhan tidak hanya mencegah kebiasaan boros, tetapi juga melindungi mereka dari risiko terlilit utang di kemudian hari,” ujarnya, Minggu, (26/10/2025).

Ia menekankan bahwa edukasi finansial pada usia dini membantu anak menginternalisasi tanggung jawab, sekaligus membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi secara berkelanjutan.

Nico menjelaskan, orang tua dapat mulai dengan langkah sederhana di rumah, seperti memberikan uang sebagai imbalan dari tugas kecil agar anak memahami nilai kerja. Ia juga menyarankan agar anak diajarkan membagi uang untuk belanja, menabung, dan berinvestasi menggunakan wadah terpisah.

“Orang tua jangan takut membiarkan anak berbuat salah dalam mengelola uang. Justru dari situ mereka belajar sebab-akibat dari setiap keputusan,” tuturnya.

Selain itu, Nico mendorong orang tua berbicara jujur tentang uang, termasuk menjelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan saat anak ingin membeli sesuatu. Ia juga menilai penting mengenalkan konsep bunga majemuk agar anak memahami nilai pertumbuhan dari menabung. Menurutnya, stigma bahwa uang adalah sumber kejahatan perlu diubah, karena uang hanyalah alat yang bisa digunakan untuk kebaikan.

“Jika orang tua mulai menanamkan kebiasaan ini sejak dini, anak-anak kita akan tumbuh dengan mindset kaya, bukan sekadar menghindari kemiskinan,” tambahnya.

Nico mengajak para orang tua, pendidik, dan lembaga pendidikan untuk menjadikan edukasi keuangan sebagai bagian dari kurikulum rumah, agar generasi mendatang siap menghadapi tantangan ekonomi dengan percaya diri.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....