Perusahaan Finance Catat Lonjakan Pinjaman Biaya Sekolah Tahun Ajaran Baru

  • 08 Jul 2026 13:34 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Perusahaan pembiayaan mulai mencatat lonjakan pengajuan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan menjelang dan saat tahun ajaran baru. Kebutuhan biaya sekolah dan kuliah menjadi alasan utama masyarakat mengajukan pembiayaan, menggeser kebutuhan lain seperti modal usaha maupun biaya pernikahan.

‎Unit Head Marketing FIFGroup Cabang Sidoarjo, Mokhamad Rizal Nur Rokhman, mengatakan hingga saat ini jumlah pengajuan pinjaman meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎"Kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pengajuan pinjaman meningkat sekitar 15 persen. Dari hasil survei kepada konsumen, mayoritas dana yang diajukan digunakan untuk kebutuhan administrasi sekolah maupun biaya kuliah," kata Rizal, Rabu 8 Juli 2026.

‎Menurut dia, tren tersebut cukup berbeda dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kebutuhan pendidikan kini mendominasi tujuan pembiayaan, sementara pengajuan untuk modal usaha maupun biaya pernikahan hanya menyumbang sekitar 2 hingga 3 persen.

‎"Kalau untuk modal usaha atau biaya pernikahan hanya sekitar dua sampai tiga persen. Bulan ini hingga Juni kemarin, yang paling dominan memang untuk biaya sekolah dan kuliah," ujarnya.

‎Rizal menilai tingginya biaya yang harus disiapkan orang tua pada awal tahun ajaran membuat sebagian masyarakat memilih memanfaatkan pembiayaan dengan agunan BPKB sebagai solusi memperoleh dana cepat.

‎Salah seorang peminjam, Didik Fikri, mengaku mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Dana tersebut digunakan membayar uang pangkal, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan administrasi lainnya.

‎"Daripada kebutuhan sekolah anak tertunda, saya memilih mengajukan pinjaman. Dana yang saya terima dipakai untuk membayar administrasi sekolah dan membeli perlengkapan belajar," tutur Didik.

‎Ia berharap cicilan pinjaman tersebut dapat diselesaikan tepat waktu seiring pendapatan keluarganya tetap stabil. Menurutnya, keputusan memanfaatkan pembiayaan dilakukan setelah mempertimbangkan kemampuan membayar agar tidak memberatkan kondisi keuangan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....