Sistem Keuangan Indonesia Tumbuh dan Resilient

  • 08 Agt 2025 08:35 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan optimisme atas kondisi sistem keuangan Indonesia. Dalam LPS Financial Festival 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (7/8/2025), ia menegaskan bahwa meski perekonomian global dinamis, sistem keuangan nasional tetap tumbuh dan relatif lebih resilient.

“Salah satunya, kita sendiri melihat bagaimana sektor perbankan dan lembaga keuangan terus bertransformasi, dan, kita pun ingin berperan lebih strategis untuk senantiasa menjaga kepercayaan publik dan mendukung stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Industri perbankan nasional disebut tetap kuat dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang solid. Rasio Kecukupan Modal (CAR) per Juni 2025 tercatat sebesar 25,81, naik dari 25,48% pada Mei. Kredit tumbuh 7,77 persen YoY dan DPK tumbuh 6,96% YoY, dengan NPL gross tetap terkendali di angka 2,22%.

Simpanan masyarakat juga mengalami pertumbuhan positif. Simpanan dengan saldo kurang dari Rp2 miliar naik Rp143,22 triliun (+4,29% YoY), sementara saldo di atas Rp2 miliar naik Rp459,49 triliun (+8,46% YoY). “Peningkatan likuiditas ke dalam perekonomian akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Purbaya juga menekankan kekuatan ekonomi Indonesia berasal dari besarnya domestic demand. Kontribusi terbesar PDB nasional kuartal II 2025 berasal dari konsumsi sebesar 62,53%, disusul pertumbuhan PMTB sebesar 6,99% YoY.

“Risiko global selalu ada, kita tidak perlu khawatir tapi harus tetap waspada. ekonomi nasional Kuat dan berdaulat, bertumpu pada kuatnya domestic demand dan bonus demografi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....