Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan II 2025 Terjaga

  • 29 Jul 2025 16:39 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya : Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan sistem keuangan nasional tetap solid pada triwulan II 2025, di tengah ketidakpastian global akibat ketegangan dagang AS-Tiongkok dan konflik geopolitik. Meski proyeksi pertumbuhan global turun ke 2,9%, ekonomi Indonesia tetap kuat dengan proyeksi pertumbuhan 5,0%, ditopang oleh konsumsi, ekspor, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan menjadi pilar utama stabilitas. “Sampai akhir Juni, 99,94% rekening di bank umum dan 99,97% di BPR/BPRS dijamin penuh oleh LPS. Ini menunjukkan sistem keuangan kita sehat dan dipercaya,” ujarnya.

Jumlah rekening nasabah yang seluruh simpanannya dijamin LPS hingga Rp2 miliar mencapai 636,77 juta rekening di bank umum dan 15,53 juta rekening di BPR/BPRS. Ini mencerminkan cakupan penjaminan yang tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan.

Menyesuaikan dengan dinamika pasar, LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 25 basis poin untuk simpanan dalam Rupiah, menjadi 4,00% di Bank Umum dan 6,50% di BPR. TBP untuk simpanan valas di Bank Umum tetap 2,25%. Penyesuaian ini berlaku sejak 1 Juni hingga 30 September 2025, namun bisa direvisi sewaktu-waktu jika terjadi perubahan signifikan pada suku bunga pasar atau kondisi perekonomian.

“Penyesuaian TBP dilakukan secara responsif untuk mendukung transmisi kebijakan moneter dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional,” jelas Purbaya. Ia juga menyampaikan bahwa LPS terus memantau cakupan penjaminan dan perkembangan pasar secara berkala.

Stabilitas nilai tukar juga tetap terjaga di kisaran Rp16.200 per dolar AS, ditopang oleh intervensi Bank Indonesia dan aliran modal asing. Inflasi IHK terkendali di level 1,87% (yoy), dengan harga pangan dan energi yang relatif stabil. Penurunan suku bunga acuan menjadi 5,25% ikut mendorong permintaan domestik dan iklim investasi.

Dari sisi fiskal, realisasi belanja negara mencapai Rp1.406 triliun pada Semester I 2025, termasuk stimulus Rp24,4 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat. Pendapatan negara tercatat Rp1.201,8 triliun, dengan pembiayaan yang tetap terkendali melalui penerbitan SBN.

Kredit perbankan tumbuh 7,77% (yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di 2,22% dan permodalan kuat. Pasar modal turut menguat, dengan IHSG naik 6,41% dan kapitalisasi pasar mencapai Rp12.178 triliun.

LPS juga tengah menyusun aturan teknis penjaminan polis dan penanganan bank bermasalah, sesuai mandat UU P2SK. Proses ini dilakukan melalui koordinasi erat lintas lembaga guna memastikan kesiapan regulasi yang kredibel.

“Perluasan peran LPS sedang kami siapkan hati-hati agar tetap kredibel. Ini bukan hanya soal regulasi, tapi juga soal menjaga ketenangan sistem keuangan saat tekanan datang,” kata Purbaya menutup keterangannya.

Rapat KSSK selanjutnya dijadwalkan pada Oktober 2025 untuk memantau risiko dan memperkuat koordinasi otoritas dalam menjaga stabilitas keuangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....