Teh Gambyong Kemuning Terus Tumbuh, Produksi Kini Capai 6 Ton per Bulan
- 07 Okt 2026 05:50 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Teh Gambyong Kemuning berkembang dari modal Rp8 juta dan produksi 50 kilogram menjadi 5-6 ton per bulan.
- Kemitraan kini melibatkan 26 petani dengan lahan sekitar 50 hektare di Karanganyar.
- Pembinaan Bank Indonesia sejak 2019 meningkatkan kapasitas produksi sekitar 30-40 persen.
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dari produksi puluhan kilogram, Teh Gambyong Kemuning kini mampu menghasilkan hingga 6 ton teh setiap bulan. Perkembangan itu berawal dari usaha yang dibangun Eko Wuryanto Wicaksono dengan modal sekitar Rp8 juta pada 2014.
Saat pertama dirintis, produksi teh hanya sekitar 50 kilogram per bulan. Usaha yang berada di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu kemudian berkembang seiring bertambahnya jaringan petani dan permintaan pasar.
Salah satu langkah penting dilakukan Eko pada 2015 dengan membangun kemitraan bersama petani setempat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjamin ketersediaan bahan baku sekaligus memperkuat produksi dari sisi hulu.
“Saya bekerja sama dengan warga mulai tahun 2015. Jadi 2014 saya merintis usaha, terus 2015 kita berkumpul dengan para petani, dengan kelompok tani untuk membahas bagaimana saya bisa menyuplai bahan bakunya oleh para petani,” kata Eko.

Kemitraan itu kini melibatkan sekitar 26 petani yang tergabung dalam satu gabungan kelompok tani (gapoktan). Lahan yang menjadi bagian dari kemitraan tersebut mencapai sekitar 50 hektare.
Pengembangan usaha juga mendapat dukungan Bank Indonesia melalui program pembinaan UMKM sejak 2019. Bantuan berupa sarana produksi dan peralatan pengolahan ikut mendorong peningkatan kemampuan produksi.
“Bagaimana meningkatkan kapasitas produksi dengan memberikan sarpras bantuan berupa alat-alat,” ujar Eko. Ia menyebut pembinaan berupa dukungan sarana dan pelatihan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 30-40 persen dibandingkan sebelumnya.
Pertumbuhan produksi juga diikuti dengan pengembangan jenis dan varian produk. Teh Gambyong kini mengolah teh hijau, teh hitam, teh putih, dan teh oolong, dengan sekitar 16 varian rasa.
Varian tersebut antara lain melati, jahe, rempah, serai, leci, dan markisa. Produk Teh Gambyong telah dipasarkan ke sejumlah daerah, dengan Jawa Tengah dan kawasan Jabodetabek menjadi pasar utama.

Meski produksi meningkat, usaha tersebut masih menghadapi tantangan dari faktor cuaca. Pada musim penghujan, produksi dapat mencapai 1-1,5 ton per hari, sedangkan saat kemarau turun menjadi sekitar 300-600 kilogram per hari.
Kondisi itu membuat keberadaan petani mitra menjadi penting dalam menjaga pasokan bahan baku. Kemitraan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi ketika kondisi musim berubah.
Teh Gambyong juga mengembangkan wisata edukasi pengolahan teh sebagai kegiatan tambahan. Pengunjung dan mahasiswa dapat melihat secara langsung tahapan pengolahan teh, mulai dari perkebunan hingga menjadi produk siap konsumsi.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan produksi. Kemitraan petani, dukungan peralatan, diversifikasi produk, perluasan pasar, dan pendampingan menjadi bagian penting dalam membawa Teh Gambyong dari usaha kecil menuju pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....