BSI ANTAM Perkuat Bullion, Ekosistem Emas Naik Kelas

  • 13 Apr 2026 15:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Tren investasi emas digital terus menunjukkan lonjakan signifikan. Melihat peluang tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) memperkuat kerja sama strategis untuk mengembangkan industri bullion nasional.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin 13 April 2026. Sinergi ini diarahkan untuk membangun ekosistem emas nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum percepatan bisnis emas BSI, terutama setelah perseroan mengantongi izin sebagai bullion bank.

“Sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama kami. Sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTAM, sehingga kolaborasi ini akan semakin memperkuat ekosistem emas nasional,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, BSI dan ANTAM akan memperkuat perdagangan emas fisik logam mulia, termasuk melalui layanan berbasis digital. Masyarakat akan semakin mudah mengakses produk emas ANTAM melalui platform BSI secara praktis dan aman.

Selain itu, kedua pihak juga sepakat memperluas distribusi ritel. Jaringan BSI akan dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah, sekaligus memperkuat penetrasi pasar emas domestik.

Tak hanya fokus pada bisnis, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan literasi. Edukasi terkait investasi emas akan digencarkan agar masyarakat semakin memahami manfaat dan kemudahan berinvestasi emas, khususnya secara digital.

Anton menambahkan, pertumbuhan bisnis emas BSI menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah nasabah layanan bullion yang mendekati 1 juta atau tumbuh hingga 658% secara tahunan.

“Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat, terutama yang berbasis digital karena lebih mudah diakses,” tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menegaskan pihaknya siap mendukung dari sisi pasokan dan distribusi emas nasional.

“Sebagai produsen logam mulia, ANTAM berkomitmen memastikan ketersediaan emas yang berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis seperti dengan BSI,” jelasnya.

Handi menambahkan, kolaborasi ini juga membuka akses investasi emas yang lebih luas bagi masyarakat, baik melalui kanal offline maupun layanan digital.

“Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong monetisasi emas sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan,” katanya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 ANTAM mencatat produksi emas sekitar 743 kilogram dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton. Tingginya angka ini mencerminkan permintaan emas domestik yang terus tumbuh.

Ke depan, sinergi BSI dan ANTAM diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem emas nasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....