Pembiayaan UMKM Terus Didorong, Fastpay Soroti Modal dan Transaksi
- 13 Agt 2026 12:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan. Setelah modal tersedia, pelaku usaha juga membutuhkan aktivitas transaksi agar bisnis terus berkembang. Hal tersebut disampaikan Adigdha Kholif Pradana, Direktur Bisnis Retail PT Bimasakti Multi Sinergi (Fastpay), di tengah meningkatnya dukungan pemerintah terhadap pembiayaan UMKM.
Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 telah mencapai sekitar Rp169 triliun dan menjangkau 2,65 juta debitur UMKM. Pemerintah juga berencana menurunkan bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi sekitar 8 persen mulai September 2026.
Menurut Adigdha, akses modal merupakan fondasi penting, tetapi perlu diikuti dengan kemampuan usaha menciptakan transaksi dan menghadirkan lebih banyak layanan bagi masyarakat. “Modal merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun usaha. Namun modal tetap membutuhkan aktivitas agar dapat bekerja. Pelaku usaha membutuhkan pelanggan, kebutuhan yang dapat dilayani, dan transaksi yang terus bergerak,” ujar Adigdha.
Fastpay, kata dia, mengambil peran pada sisi infrastruktur transaksi melalui sistem keagenan multi layanan. Dengan sistem tersebut, satu titik usaha dapat menambah berbagai layanan tanpa harus membangun sistem teknologi sendiri.
Layanan yang tersedia antara lain pembayaran tagihan, pulsa dan produk digital, pembayaran pajak tertentu, transaksi keuangan melalui mitra, tiket perjalanan hingga pengiriman paket. Adigdha menilai digitalisasi UMKM tidak sebatas membuat usaha menerima pembayaran digital. Teknologi juga dapat memperluas fungsi usaha sehingga satu titik usaha mampu melayani lebih banyak kebutuhan masyarakat.
“Teknologi seharusnya memperkuat pelaku usaha yang sudah berada di tengah masyarakat, bukan menggantikannya. Teknologi memberi tambahan kemampuan agar satu titik dapat melayani lebih banyak kebutuhan,” katanya.
Menurut Fastpay, penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang mencakup pembiayaan, peningkatan kapasitas, akses pasar, jaringan, serta infrastruktur transaksi. “Modal dapat membuka peluang usaha. Teknologi dapat memperluas kemampuannya. Tetapi transaksi yang membuat aktivitas usaha terus bergerak,” kata Adigdha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....