Industri Makanan dan Minuman Ditarget Tumbuh 7 Persen pada 2026
- 18 Jun 2026 14:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Industri makanan dan minuman nasional mencatat pertumbuhan 6,38 persen sepanjang 2025. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhannya meningkat menjadi 7,04 persen.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan capaian itu melampaui ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61 persen.
Hal itu disampaikan Adhi saat menghadiri EastFood Indonesia 2026 di Surabaya. Pameran berlangsung pada 18-21 Juni 2026 di Grand City Convention & Exhibition.
Menurut Adhi, industri makanan dan minuman tetap dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi. Sektor tersebut menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.
Namun, industri masih menghadapi berbagai tantangan global yang cukup berat. Tantangan itu berasal dari geopolitik dan perubahan iklim.
Dampaknya antara lain kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik. Kenaikan biaya energi juga menjadi tantangan bagi pelaku industri.
Meski demikian, pelaku industri terus berupaya menghasilkan produk yang terjangkau masyarakat. Langkah itu dilakukan di tengah tantangan daya beli masyarakat.
"Kita terus berupaya menghasilkan produk yang lebih affordable, lebih terjangkau oleh masyarakat. Karena tantangan lain adalah daya beli masyarakat," ujarnya.
Adhi berharap pertumbuhan industri makanan dan minuman terus terjaga. Dengan demikian, kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin meningkat.
Saat ini, kontribusi industri makanan dan minuman mencapai sekitar 7 persen terhadap PDB. Sektor ini juga menyumbang sekitar 42 persen PDB nonmigas.
Dari sisi ekspor, kinerja industri juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspor produk olahan makanan dan minuman melampaui 13 miliar dolar AS.
Angka tersebut belum termasuk ekspor komoditas sawit. Jika termasuk sawit, nilainya mencapai sekitar 40 miliar dolar AS.
Sementara itu, Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan EastFood menjadi wadah kolaborasi industri. Pameran mempertemukan inovasi, teknologi, investasi, dan pelaku usaha pangan.
"EastFood Indonesia 2026 bukan sekadar tempat pameran produk. Ini adalah platform strategis bagi para pelaku usaha untuk saling bertukar inovasi, melihat tren pasar global, dan menemukan teknologi pengolahan pangan terbaru demi meningkatkan efisiensi produksi," ujarnya.
Daud mengatakan EastFood Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 180 peserta pameran. Kegiatan tersebut juga menyediakan ruang promosi bagi 30 UMKM.
"EastFood Indonesia Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 180 peserta pameran. Sekaligus menyediakan ruang promosi dan pengembangan usaha bagi 30 UMKM," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....