Selama Musim Kemarau Penjualan AC Meningkat di Jatim

  • 10 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Penjualan pendingin udara (AC) di Jatim mengalami peningkatan selama musim kemarau seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat penyejuk ruangan. Kondisi cuaca panas turut mendorong permintaan AC di berbagai daerah, khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Selain AC, Branch Manager Surabaya LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto menjelaskan, penjualan produk elektronik rumah tangga lainnya seperti televisi, kulkas, dan mesin cuci juga tetap menunjukkan kinerja positif. Meski demikian, AC menjadi kategori produk yang mencatat pertumbuhan paling tinggi dibandingkan produk elektronik lainnya.

"Kontribusi terbesar sekarang ini masih TV yang paling besar, yang kedua ini yang melonjak paling drastis adalah AC. AC ini kontribusinya naik luar biasa karena mungkin ini jadi suatu kebutuhan sudah ya untuk AC," ujarnya di Surabaya, Jumat 10 Juli 2026.

Iwan menjelaskan televisi menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan. Sementara itu, AC berkontribusi sekitar 23 persen, sedangkan kulkas dan mesin cuci masing-masing berada di kisaran 20 persen.

"Salah satu produk unggulan kita yang baru dilahirkan di tahun ini adalah AC. AC itu kita sudah punya pabrik di Indonesia dan produk ini sudah mewakili keinginan dan juga kebutuhan masyarakat di Indonesia dengan teknologi dual swing," kata Iwan.

LG menilai pasar elektronik di Jawa Timur masih memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Perusahaan juga mengandalkan inovasi produk dan dukungan riset serta pengembangan (R&D) untuk menghadirkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Peningkatan permintaan pendingin ruangan diakui Sales and Operations Division Head Hartono, Andrea Listiawan. Ia mengatakan penjualan dan pemasangan AC selama musim kemarau meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

"Jadi memang bulan-bulan ini pemasangan kemudian penjualan AC kita meningkat 5 sampai 10 persen. Banyak model baru juga kebetulan, terus kita juga mengadakan banyak promo untuk memanfaatkan musim kemarau ini," katanya.

Toko elektronik ini mencatat penjualan AC di Surabaya mencapai lebih dari 600 hingga 700 unit per bulan. Sekitar 80 persen pembelinya merupakan konsumen rumah tangga, dengan kapasitas AC yang paling banyak diminati berkisar 3/4 PK hingga 1 PK.

"Yang pertama yang pasti adalah hemat energi karena konsumsi AC digunakan berjam-jam. Kemudian harus menyesuaikan dengan kondisi ruangan karena kalau tidak sesuai maka AC yang dibeli tidak bisa maksimal dinginnya," ujar Andrea.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....