Pemprov Jatim Perluas Pemberdayaan Ekonomi Pesantren melalui OPOP

  • 21 Apr 2026 19:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program One Pesantren One Product (OPOP) terus digencarkan ke komunitas Pesantren sepanjang tahun 2026 ini. Tujuannya, untuk meningkatkan dan memperluas pemberdayaan ekonomi Pesantren, Alumni, maupun masyarakat sekitar Pesantren.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Pemprov Jatim, Jazuli pada Selasa 21 April 2026 menjelaskan, OPOP merupakan strategi bekali Pesantren dalam berwirausaha. "Agar nanti pulang dari pesantren tidak koma, karena ekonomi nyaman," ujarnya.

Disela Rapat Koordinasi Pengembangan OPOP Jawa Timur Tahun 2026, Jazuli berharap ada semakin banyak Pesantren yang bergabung. Dengan demikian, akan semakin banyak pula Pesantren yang berdaya dan mandiri secara ekonomi.

"Ini akan menjadikan santri santri itu, ketika sudah turun ke masyarakat itu mantep. Karena kita harus sehat jasmaninya, rohaninya, dompetnya, dan melalui OPOP ini. Harapannya bisa mandiri santri santri itu," imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa mengungkapkan, selain Pesantren, melalio OPOP, santrinya juga harus berdaya. Lambat laun, tidak sedikit santri yang akhirnya bergelut di bidang ekonomi dengan menjadi wirausahawan.

"Kita hadirkan juga santri-santri yang berprestasi, santri-santri yang sudah punya bisnis meskipun belajarnya itu belajar agama, tapi ternyata juga punya kemampuan ekonomi dan itu sanggup membantu pesantrennya untuk bisa lebih berdaya secara ekonomi," jelasnya.

Pada Rakor Pengembangan OPOP 2026 ini diikuti 200 perwakilan Pesantren, masing masing 100 Pesantren mengikuti secara daring dan 100 perwakilan mengikuti secara luring di Surabaya. Mereka membawa masing masing produk yang belum sepenuhnya jadi.

"Belum ada brandingnya, belum ada izinnya. Nah nanti dari program OPOP-nya Ibu Gubernur ini, dibantu izinnya, PIRT-nya, izin edar-nya, halalnya. Ada yang sukses, ada yang nggak. Nah ini yang kita bantu terus supaya bisnisnya jalan," tegasnya.

Sementara itu, Sekjen OPOP Mohammad Ghofirin mengungkapkan, hingga tahun 2025 OPOP berhasil memberdayakan sebanyak 1.410 Pesantren. Dan sepanjang 2026 ini, pihaknya mentargetkan sebanyak 200 Pesantren berdaya secara ekonomi melalui OPOP.

"Yang mana kesemuanya ini akan kita bina secara paripurna, baik itu kelembagaannya, maupun SDM, produk, pemasaran dan juga pembiayaannya," terangnya.

Gus Ghofirin menyebut, selain meningkat secara kuantitas, yakni jumlah peserta, program OPOP yang telah berjalan selama lebih dari lima tahun ini juga meningkat secara kualitas. Menurutnya, saat ini semakin banyak Pesantren yang menyadari pentingnya keterampilan wirausaha.

"Di pesantren tidak hanya mencetak calon da'i, guru ngaji, calon kiai, tapi pesantren juga mencetak calon pengusaha sukses yang kemanfaatannya itu berdampak untuk masyarakat luas," tegasnya.

Diakui Gus Ghofirin, hingga saat ini jumlah Pesantren peserta OPOP masih didominasi wilayah tapal Kuda, karena sebagian besar pesantren ada di kawasan tersebut. Bahkan mereka tidak hanya memiliki produk, tapi telah berhasil menembus pasar ekspor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....