Industri Mebel Pacu Modernisasi Produksi lewat Indowood Expo 2026

  • 04 Jun 2026 15:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Industri mebel Indonesia terus menunjukkan kinerja positif di pasar global. Pada kuartal pertama 2025, nilai ekspor mebel dan kerajinan nasional mencapai USD 698,64 juta atau tumbuh 2,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mendorong pelaku industri meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi melalui adopsi teknologi modern. Kebutuhan itu menjadi salah satu fokus dalam Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Indowood Expo 2026 yang berlangsung di Grand City Surabaya pada 4–6 Juni 2026.

Pameran yang diselenggarakan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo dan Pablo Publishing itu menghadirkan berbagai mesin dan teknologi terkini untuk industri mebel serta pengolahan kayu. Berbagai perangkat berbasis otomasi ditampilkan, mulai dari mesin pemindaian tiga dimensi, mesin pengeboran otomatis, sistem pencegahan kebakaran, hingga lini produksi finishing yang dirancang meningkatkan produktivitas dan presisi manufaktur.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, mengatakan transformasi teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari bagi industri mebel nasional untuk meningkatkan daya saing di pasar global. "Penggunaan teknologi otomasi dan inovasi dalam proses produksi maupun finishing akan membantu industri meningkatkan daya saing di pasar internasional," katanya.

Menurut Sobur, meningkatnya permintaan ekspor serta berkembangnya sentra produksi furnitur di berbagai daerah membuat kebutuhan terhadap mesin dan teknologi terbaru semakin besar. Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan Indowood Expo tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang investasi, kerja sama bisnis, dan transfer teknologi bagi pelaku industri nasional.

"Seluruh rantai industri kami hadirkan, mulai dari pemasok bahan baku, produsen mesin dan peralatan, hingga penyedia teknologi digital yang mendukung proses produksi," ujarnya.

Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena Jawa Timur merupakan salah satu pusat industri mebel terbesar di Indonesia. Selain memiliki banyak sentra produksi, wilayah ini juga didukung jaringan logistik yang kuat.

Sementara itu, Managing Director Pablo Publishing & Exhibition, William Pang, menegaskan kehadiran teknologi dari luar negeri bertujuan memperkuat kapasitas produksi industri nasional, bukan menggantikan tenaga kerja lokal. "Kami membawa ekosistem teknologi terbaik ke Surabaya. Melalui Indowood Expo, produsen lokal dapat berinteraksi langsung dengan penyedia teknologi presisi tinggi, membuka peluang investasi baru, sekaligus melakukan transfer teknologi yang sangat dibutuhkan industri mebel Indonesia untuk Go Global," ujar William Pang.

Selain area pameran, Indowood Expo 2026 juga menghadirkan seminar dan diskusi mengenai teknologi produksi, inovasi finishing, serta tantangan yang dihadapi industri mebel nasional dalam menghadapi persaingan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....