Ekonomi Jawa Timur 2026 Diproyeksi Tumbuh Solid
- 09 Feb 2026 19:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memprediksi ekonomi Jawa Timur tumbuh solid pada 2026. Pertumbuhan diperkirakan berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen secara tahunan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan proyeksi tersebut ditopang konsumsi dan investasi. Permintaan eksternal yang terjaga juga mendukung kinerja ekonomi daerah.
“Ini tergantung nanti respon kebijakan sama indikator sentimen kebijakan pusat maupun daerah,” katanya. “Kisarannya bisa mendekati batas atas,” ujar Ibrahim dalam Media Briefing di Surabaya, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menilai kebijakan pro pertumbuhan sangat menentukan realisasi ekonomi. Untuk inflasi, Bank Indonesia memperkirakan tetap terkendali sepanjang 2026 pada sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen.
Pengendalian inflasi didukung koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Sinergi pemerintah dan pemangku kepentingan dinilai berjalan efektif.
Konsumsi rumah tangga diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu. Peningkatan didorong keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan stimulus pemerintah.
Indeks Keyakinan Konsumen Jawa Timur pada 2026 diprediksi mencapai 128. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan akhir 2025 dan realisasi nasional 123,5.
Penjualan eceran diperkirakan tumbuh sekitar 3 persen pada 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pemerintah juga mendorong konsumsi melalui berbagai insentif fiskal. Program tersebut mencakup perpanjangan PPh Final UMKM 0,5 persen.
Insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah sektor pariwisata diperpanjang hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105 Tahun 2025.
“Ini ada berbagai program yang bisa mendukung konsumsi, ketenagakerjaan, dan investasi,” ujarnya. Program juga mencakup industri padat karya dan jaminan sosial.
Selain konsumsi, ekonomi Jawa Timur didorong akselerasi investasi. Aktivitas manufaktur dan proyek strategis nasional menjadi penopang utama.
Investasi baru berkembang di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, didukung perbaikan infrastruktur dan konektivitas wilayah.Ibrahim menyebut investasi swasta tersebar di Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Jombang, dan Bojonegoro. Sektor meliputi logam dasar, makanan, kimia, kaca, dan migas Blok Cepu.
“Terkait ekspor, manufaktur negara mitra dagang masih positif,” kata Ibrahim. Ia berharap dukungan mitra dagang tetap kondusif sepanjang 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....