SIER Gaet Investor Taiwan lewat Promosi Kawasan Industri Baru
- 03 Agt 2026 18:55 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- PT SIER mempromosikan kawasan industri Rungkut kepada sekitar 100 investor dan pelaku usaha Taiwan dalam Indonesia Business and Networking Forum 2026 di Taipei.
- Forum yang digelar KDEI Taipei menjadi ajang mempertemukan investor Taiwan dengan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia untuk membuka peluang kerja sama bisnis.
- Kegiatan promosi ini bertujuan memperkenalkan potensi kawasan industri dan iklim investasi Indonesia kepada pasar internasional.
RRI.CO.ID, Surabaya -PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus memburu peluang investasi baru dari pasar internasional. Upaya itu dilakukan dengan mempromosikan kawasan industri yang dikelolanya kepada sekitar 100 investor dan pelaku usaha asal Taiwan dalam Indonesia Business and Networking Forum 2026 di Taipei.
Forum yang digelar Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei tersebut menjadi ajang mempertemukan investor Taiwan dengan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia. Selain membuka peluang kerja sama bisnis, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi kawasan industri dan iklim investasi Indonesia.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Jefri Ikhwan Ma'arif, mengatakan Taiwan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, terutama pada sektor industri manufaktur. Karena itu, SIER memanfaatkan forum tersebut untuk menunjukkan kesiapan kawasan industrinya dalam mendukung kebutuhan investor global.
"Taiwan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam sektor industri dan manufaktur. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa SIER tidak hanya menawarkan kawasan industri yang siap investasi, tetapi juga menghadirkan ekosistem industri yang semakin modern, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis investor dalam jangka panjang," kata Jefri, dalam keterangan tertulis diterima RRI, Senin 3 Agustus 2026.
Dalam paparannya, Jefri memperkenalkan sejumlah fasilitas yang dimiliki SIER, mulai dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu, pemanfaatan energi baru terbarukan melalui panel surya, penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan investasi.
Menurutnya, teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) kini dimanfaatkan agar calon investor dapat melihat kondisi kawasan industri secara virtual tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Selain menawarkan fasilitas yang telah tersedia, SIER juga memaparkan rencana pengembangan kawasan industri baru di sejumlah wilayah potensial di Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan lahan industri sekaligus memperkuat daya saing investasi daerah.
"Kami terus melakukan transformasi, mulai dari penguatan infrastruktur pendukung, pengelolaan lingkungan melalui IPAL terpadu, hingga pengembangan kawasan baru yang akan memperluas pilihan lokasi investasi di Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen SIER untuk menjadi kawasan industri yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan," ujarnya.
Tak hanya melakukan promosi investasi, delegasi SIER juga menggelar pertemuan dengan KDEI Taipei dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Taipei guna memperkuat sinergi promosi investasi Indonesia di Taiwan.
Rangkaian kunjungan tersebut dilanjutkan dengan benchmarking ke Hsinchu Science Park (HSP), kawasan industri teknologi tinggi di Taiwan yang dikenal sebagai pusat industri semikonduktor dunia. Dari kunjungan itu, SIER mempelajari pengembangan kawasan industri berbasis inovasi melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
"Benchmarking ini memberikan perspektif baru bagi kami. Ke depan, kawasan industri tidak cukup hanya menyediakan lahan dan utilitas, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem inovasi yang mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, dan dunia pendidikan. Model seperti inilah yang ingin kami adaptasi secara bertahap agar SIER mampu menjadi kawasan industri modern yang memiliki daya saing global," ungkap Jefri.
Sementara itu, Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi yang terus meningkat menjadi daya tarik bagi investor internasional, termasuk dari Taiwan.
Arif mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen sepanjang 2025 dan meningkat menjadi 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Adapun realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai sekitar US$2,2 miliar melalui lebih dari 9.300 proyek.
Menurut Arif, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi investor Taiwan untuk memperluas kerja sama investasi dengan Indonesia.
Forum juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peluang hilirisasi industri, potensi ekspor, regulasi perpajakan, fasilitas Golden Visa, hingga kemudahan berusaha di Indonesia. Para peserta turut mengikuti sesi business matching dan konsultasi bisnis secara langsung.
Sebagai tindak lanjut, para investor Taiwan juga diundang menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Ajang tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya kerja sama investasi dan perdagangan yang lebih konkret antara Indonesia dan Taiwan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....